jump to navigation

KEJUJURAN MUBAROK 4 September 2007

Posted by AlMaidani in Al Kisah, Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Shababiyah, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam, Wanita Sholeh, life, www.kisahislam.com.
trackback

Dikisahkan dari Mubarok -ayahanda dari Abdulloh Ibnu al-Mubarok- bahwasanya ia pernah bekerja di sebuah kebun milik seorang majikan. Ia tinggal di sana beberapa lama. Kemudian suatu ketika majikannya -yaitu pemilik kebun tadi yang juga salah seorang saudagar clari Hamdzan- datang kepadanya clan mengatakan, “Hai Mubarok, aku ingin satu buah delima yang manis.”Mubarok pun bergegas menuju salah satu pohon clan mengambilkan delima darinya. Majikan tadi lantas memecahnya, ternyata ia mendapati rasanya masih asam. Ia pun marah kepada Mubarok sambil mengatakan, “Aku minta yang manis malah kau beri yang masih asam! Cepat ambilkan yang manis!”

Ia pun beranjak dan memetiknya dari pohon yang lain. Setelah dipecah oleh sang majikan; sama, ia mendapati rasanya masih asam. Kontan, majikannya semakin naik pitam. Ia melakukan hal yang sama untuk ketiga kalinya, majikannya mencicipinya lagi. Ternyata, masih juga yang asam rasanya. Setelah itu, majikannya bertanya, “Kamu ini apa tidak tahu; mana yang manis mana yang asam?”

 

 

Mubarok menjawab. “Tidak.”
“Bagaimana bisa seperti itu?”
“Sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui (kehalalan)nya.”

“Kenapa engkau tidak mau memakannya?” tanya majikannya lagi.
“Karena anda belum mengijinkan aku untuk makan dari kebun ini.” Jawab Mubarok. Pemilik kebun tadi menjadi terheran-heran dengan jawabannya itu ..

 

Tatkala ia tahu akan kejujuran budaknya ini, Mubarok menjadi besar dalam pandangan matanya, dan bertambah pula nilai orang ini di sisi dia. Kebetulan majikan tadi mempunyai seorang anak perempuan yang banyak dilamar oleh orang. Ia mengatakan, “Wahai Mubarok, menurutmu siapa yang pantas memperistri putriku ini?”

 

“Dulu orang-orang jahiliyah menikahkan putrid-­putri mereka lantaran keturunan. Orang Yahudi menikahkan karena harta, sementara orang Nashrani menikahkan karena keelokan paras. Dan umat ini menikahkan karena agama.” Jawab Mubarok.

 

Sang majikan kembali dibuat takjub dengan pemikirannya ini. Akhirnya majikan tadi pergi dan memberitahu isterinya, katanya, “Menurutku, tidak ada yang lebih pantas untuk putri kita ini selain Mubarok.”

Mubarok pun kemudian menikahinya dan mertuanya memberinya harta yang cukup melimpah. Di kemudian hari, isteri Mubarok ini melahirkan Abdullah bin al-Mubarok; seorang alim, pakar hadits, zuhud sekaligus mujahid. Yang merupakan hasil pernikahan terbaik dari pasangan orang tua kala itu. Sampai-sampai Al-Fudhoil bin ‘Iyadh Rohimahullah mengatakan -seraya bersumpah dalam perkataannya-, “Demi pemilik Ka’bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang semisal dengan Ibnu al-Mubarok.

 

Hari ini, kecurangan dan penipuan sudah semakin banyak terjadi dalam kehidupan sebagian orang. Sangat jarang kita temukan orang jujur lagi dipercaya dalam menunaikan amanah serta yang jauh dari sifat curang dan penipu.

Kalau akibat dari sebuah, perbuatan maksiat itu sudah maklum dan pasti di akhirat kelak, maka tempat kembalinya ketika di dunia lebih dekat lagi.

http://kisahislam.com/index.php/kisah-teladan/kejujuran-mubarok.html 

Komentar»

1. halima tussa diyah - 27 September 2007

wah…wah ceritanya bnar” sangat bagus sekali,krena dgn crita ini saya mendapatkan hikmah yang dpat dipetik dri crita ini…yaitu kejujuran…
oia mnta crita yg lain dounq,yg lebih menarik…
terima kasih

2. Mr. Nunusaku - 7 Oktober 2007

Wah ceritanya keret deh…kalau ada manusia Indonesia seperti Mubarok, tentu gak ada kemelaratan bangsa. Kalau mau cari saat ini dibumi Indonesia gak pernah ketemu, semua suka KKN, kropsi
agama hanya dijadikan merebut kekuasaan, nah mana Indonesia ada seperti Mubarok, semua menjadi munafik yang bersoban agama.

3. U-G - 10 Nopember 2007

luar biasa sikap yang dimiliki oleh mubarok krjujurannya ,pemikirannya , kealimannya ,selayak nya sebagai muslim yang baik sepatutnya kita meniru sikap beliau yang selalu bersikap jujur semoga kita semua bisa bersikap jujur walaupun itu pahit hidup perubahan …

4. yanti - 16 Nopember 2007

Ceritany Asyik, bagus, keren bngt. Kisahnya mendidik, & bisa jd suatu pelajaran buat semuany. Zaman skr…msih ada g y..ada orang yang seperti Mubarok..? Klo ada, pastilah jd rebutan kaum cew.

5. nadia - 17 Nopember 2007

inilah sifat yg perlu kita teladani untuk mencapai kebahagian dunia & akhirat

6. mona - 18 Nopember 2007

orang yang jujur seperti itu jarang ditemui sekarang ini. tapi masih bukan berarti ga ada sama sekali loh. kisah ini sangat bagus buat contoh, kejujur berbuah masin bagi yang mengamalkannya.

7. HPD_11 - 25 Nopember 2007

indah banget kisah diatas. moga ana bisa menjadi orang yang jujur yang menteladani sifat Rasulullah SAW.

8. Andi Anugerah - 14 Desember 2007

Sungguh indah apabila semua pejabat seperti mubarok, keberkahan pasti melimpah di negeri ini..

9. sh@dis - 29 Desember 2007

sugguh suatu kisah yang mungkin pada zaman sekarang ini kisah seorang al-mubarok tidak mungkin bisa terulang. sebuah kejujuran yang saat ini sangat sulit untuk kita jumpai….
semoga pemimpin kita nanti mempunyai sifat seperti al-mubarok sehingga bangsa ini jauh sifat-sifat pembohong, sehingga bangsa ini bisa terlepas dari permasalahan yang membelenggunya amin…..

10. warsidi - 29 Desember 2007

halo mimi…………………………………
kisahnya sangat bagus semoga kita bisa meniru sifat dari al-mubarok ya dan kita bisa masuk surga amin…
oya kalau ada kisah-kisah yang bagus lagi kabari aku ya… juga tuk pembaca yang mungkin tahu kisah yang bagus juga tolong kirim ke email ya, thanks

11. Maz Rum Budi - 9 Januari 2008

cerita ini langsung aja kena mata hati, yang menimbulkan pandangan itu jelas, terang benderang bagi orang yang mau jalan kesuksesan hidupnya

12. perycantiq - 22 Februari 2008

aq ada temen yg nmnya mubarok jg tp sifatya 360 derajat beda bgt ma mubarok yg ne!!

ternyata benar!!!apalah arti sebuah nm klo sang pemiliknya sendiri tidak berkepribadian baik!!

i like it!!!

13. perycantiq - 22 Februari 2008

lam kenal….

14. KISAH-KISAH RELIGI « Kopianam’s Weblog - 2 April 2008

[...] KISAH-KISAH RELIGI Diarsipkan di bawah: Uncategorized — kopianam @ 2:57 am  KEJUJURAN MUBAROK [...]

15. wie_niez - 24 April 2008

kejujuran memang sangat sulit dalam hal apapun bukan hanya pekerjaan tapi jujur tentang pikiran dan hati kita sendiri terkadang saja masih sulit kita lakukan.

16. rezi - 17 Mei 2008

luar biasa…… sungguh indah nilai-nilai yang di ajarkan oleh Islam

saya kira dakwah dengan menggunakan pendekatan ini-yang menyentuh hati terdalam seseorang- akan lebih tepat dan lebih bernilai

saya tidak setuju dakwah menggunakan kekerasan

17. Ahm@d - 18 Mei 2008

Tanamkanlah slalu kejujuran,keikhlasan,kesabaran&ketabahan hati pd dir

18. Afiqah - 16 Juni 2008

bagus bangat seh ……. teringin aja mahu cari teman sehidup semati seperti MUBAROK………sampai kapan enggak tahu bila jumpanya…..Insya-Allah jika diizinkan Allah………..

19. Darmansyah - 19 Juni 2008

setahu saya banyak orang yang punya nama MUBAROK, tapi yang memiliki kejujuran MUBAROK????????? kayanya nihil dehhhhhh….

20. Umar hasbu - 19 Juni 2008

Assalamu’alaikum. Masya Allah, laa haula wala quwwata illa billah. Mdh2an kejujuran terlahir dalam jiwa qita setelah membaca kisah teladan ini,amin

21. kisahislami - 22 Juni 2008

Ceritanya bagus banget, jadi terisnpirasi buat blog kayak gini.

http://kisahislami.wordpress.com

22. oRiDo™ - 26 Juni 2008

hmmm…
cerita yang menarik.. :)