Matahari Ditahan Terbenam Untuk Nabi Yusya’ Bin Nun 21 Mei 2007
Posted by Muslim in Al Kisah, Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Shababiyah, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam, Wanita Sholeh, life, www.mediamuslim.info.trackback
MediaMuslim.Info – Nabi Musa ‘alaihis salam memiliki seorang murid yang menemaninya mencari Ilmu. Dia adalah Yusya’ Bin Nun, dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan hikmah kenabian dan mukjizat yang nyata kepadanya. Setelah Nabi Musa ‘alaihis salam wafat, Nabi Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam membawa Bani Israil ke luar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica.
Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyai pagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi-tinggi serta berpenduduk padat. Nabi Yusya’ dan Bani Israil yang bersamanya, mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya.
Suatu hari, mereka bersepakat untuk menyerbu ke dalam. Diiringi dengan suara terompet dan pekikan takbir, dan dengan satu semangat yang kuat, mereka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota, kemudian memasukinya. Di situ mereka mengambil harta rampasan dan membunuh dua belas ribu pria dan wanita. Mereka juga memerangi sejumlah raja yang berkuasa. Mereka berhasil mengalahkan sebelas raja dan raja-raja yang berkuasa di Syam. Hari itu hari Jum’at, peperangan belum juga usai, sementara matahari sudah hampir terbenam. Berarti hari Jum’at akan berlalu, dan hari Sabtu akan tiba.
Padahal, menurut syari’at pada saat itu, pada Sabtu dilarang melakukan peperangan. Oleh karena itu Nabi Yusya’ bin Nun berkata: “Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, begitu pula aku. Aku bersujud mengikuti perintahNya. Ya Alloh Subhanahu wa Ta’ala, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu!”. Maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala menahan matahari agar tidak terbenam sampai dia berhasil menaklukkan negeri ini dan memerintahkan bulan agar tidak menampakkan dirinya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusia kecuali untuk Yusya’. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk jihad).’” (HR: Ahmad dan sanad-nya sesuai dengan syarat Al-Bukhari).
Akhirnya Nabi Yusya’ dan kaumnya berhasil memerangi dan menguasai kota tersebut. Setelah itu Nabi Yusya’ bin Nun memerintahkan kaumnya untuk mengumpulkan harta rampasan perang untuk dibakar. Namun api tidak mau membakarnya. Lalu Beliau meminta sumpah kepada kaumnya. Dan akhirnya diketahui ternyata ada dari kaumnya yang berkhianat dengan menyembunyikan emas sebesar kepala sapi.
Akhirnya orang-orang yang berkhianat mengembalikan apa yang mereka curi dari harta rampasan perang itu. Kemudian dikumpulkan dengan harta rampasan perang lainnya. Barulah kemudian api mau membakarnya.
Demikian syariat yang dibawa oleh Nabi sebelum Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam. Yaitu tidak boleh mengambil harta rampasan perang. Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan Syariat Nya dengan memperbolehkan bagi Rasululloh Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam untuk mengambil rampasan perang agar dapat diambil manfaat yang banyak dari harta rampasan perang itu.
Setelah Baitul Maqdis dapat dikuasai oleh Bani Israil, maka mereka hidup di dalamnya dan di antara mereka ada Nabi Yusya’ yang memerintah mereka dengan Kitab Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Taurat, sampai akhir hayatnya. Dia kembali ke hadirat Alloh Subhanahu wa Ta’ala saat berumur seratus dua puluh tujuh tahun, dan masa hidupnya setelah wafatnya Nabi Musa ‘alaihis salam adalah dua puluh tujuh tahun.
(Sumber Rujukan: Al Qur’anul Karim; Riyadhus Shalihin; Syarah Lum’atil I’tiqod)






Kalau ngga’ baca artikel ni aq nggak tau ada nabi yang namanya yusya’ ,kalo boleh tau dalam surat dan ayat berapa ya dalam al qur’an yang menceritakan tentang nabi yusya’ ini
good writing…
akan aku tempel di madingq!
thanks..
jzk!.
iya nh.baru dengar jg namanya nabi yusya….thank’s..moga bisa ditambah lagi artikel tentang nabi yusya..dikutip dari mana? kalo ada riwayat dipaparkn jg …wsslm
kisahnya bagus, boleh dijiplak nggak? saya butuh lho!!!
semoga Allah membalas kebaikan anda. amin.
sama… aku jg br tahu…
apalg skrg 2008…
ketinggalan kereta…
SUBBHANALLOH ALLAHU AKBAR
selain nabi yusya nabi apalagi selain yang 25, tolong ceritain dong…………………..please dech
Alhamdulillah ,semoga kisah ini menambah pengetahuan kami tentang nabi nabi….
Nabi Yusya tidak pernah disebut namanya dalam Al-Qur’an dan hanya ada dalam Tafsir (klo hadits saya kurang tau cz banyak banget). Dan klo mau tahu juga, ayat al-Qur’an yang menyindir murid Musa (tidak disebut nama) ada dalam surah al-Kahf terutama dalam kisah nabi Khidr. Tapi klo mungkin anda adalah Kristolog, anda pasti tau klo Yusya bin Nun dalam Bible disebut Yosua (Joshua) bin Nun yg detailnya ada dalam kitab Yosua setelah kitab Ulangan.
Selain Nabi Yusya masih ada yang namanya Nabi Samuel. Dan mereka berdua lebih banyak disindir didalam Injil Kristen versi revisi perjanjian baru. Di situ Nabi Yusya disebut Yosua dan Nabi Samuel disebut Samuel. Didalam Injil Kristen Versi Revisi perjanjian baru banyak diceritakan kehidupan Nabi Yusya dan Nabi Samuel dimulai dari masa kecil mereka hingga dewasa serta mukjizat-mukjizat yang mereka buat. Kalau tidak salah, Nabi Samuel di Kristen Versi Revisi perjanjian baru diceritakan mempunyai mukjizat bisa menyembuhkan orang buta yang mengantri didepan rumahnya.
Tapi kita tidak tahu kalau cerita Kristen Versi Revisi perjanjian baru itu benar atau tidak. Karena seperti yang muslim ketahui, bahwa Injil telah terjamah dan diubah oleh tangan manusia serta isinya tidak masuk akal dan keluar dari jalan yang benar.
ketahuan skali orang islam nyiplak cerita kristen,namun tak mau mengakui keaslian kitab tersebut…,
beda ama kristen yg Yesus juga menciplak kitab yahudi (Perjanjian Lama) tapi umat kristen mengakui kitab PL yg sekarang…,
itu namanya islam munafik,ciplak cerita orang,tapi tak mengakui keaslian kitab orang tersebut….,
haha…..,
tp ok lah,biar semua orang tau kalau kitab PL yg sekarang adalah asli…,tuh buktinya orang islam ciplak cerita dari PL….
saya aneh,kok bilang injil telah di palsukan,emang menurut islam injil isa yang benar itu yg mana?kok nuduh palsu…,
saya lebih suka ama kristen sekte Ebyon yg walau nganggap isa itu hanya nabi dan isa tak mati,melainkan di gantikan sama yudas,tapi mereka punya kitab injil yang menuliskan itu,dan bisa menerangkan itu,beda ama islam yg nuduh,tapi tak punya bukti nyata injil yang mana.
karena semua injil gak ada yang bener….
jadi apa yang mau di tuduh…
emangnya kenapa hari sabtu tidak boleh perang
Emang gitu hukumx jaman nabi musa