jump to navigation

Matahari Ditahan Terbenam Untuk Nabi Yusya’ Bin Nun 21 Mei 2007

Posted by Muslim in Al Kisah, Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, life, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Shababiyah, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam, Wanita Sholeh, www.mediamuslim.info.
trackback

MediaMuslim.InfoNabi Musa ‘alaihis salam memiliki seorang murid yang menemaninya mencari Ilmu. Dia adalah Yusya’ Bin Nun, dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan hikmah kenabian dan mukjizat yang nyata kepadanya. Setelah Nabi Musa ‘alaihis salam wafat, Nabi Yusya’ bin Nun ‘alaihis salam membawa Bani Israil ke luar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica.

Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyai pagar dan pintu gerbang yang kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi-tinggi serta berpenduduk padat. Nabi Yusya’ dan Bani Israil yang bersamanya, mengepung kota tersebut sampai enam bulan lamanya.

Suatu hari, mereka bersepakat untuk menyerbu ke dalam. Diiringi dengan suara terompet dan pekikan takbir, dan dengan satu semangat yang kuat, mereka pun berhasil menghancurkan pagar pembatas kota, kemudian memasukinya. Di situ mereka mengambil harta rampasan dan membunuh dua belas ribu pria dan wanita. Mereka juga memerangi sejumlah raja yang berkuasa. Mereka berhasil mengalahkan sebelas raja dan raja-raja yang berkuasa di Syam. Hari itu hari Jum’at, peperangan belum juga usai, sementara matahari sudah hampir terbenam. Berarti hari Jum’at akan berlalu, dan hari Sabtu akan tiba.

Padahal, menurut syari’at pada saat itu, pada Sabtu dilarang melakukan peperangan. Oleh karena itu Nabi Yusya’ bin Nun berkata: “Wahai matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Alloh Subhanahu wa Ta’ala, begitu pula aku. Aku bersujud mengikuti perintahNya. Ya Alloh Subhanahu wa Ta’ala, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam dulu!”. Maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala  menahan matahari agar tidak terbenam sampai dia berhasil menaklukkan negeri ini dan memerintahkan bulan agar tidak menampakkan dirinya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusia kecuali untuk Yusya’. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk jihad).'” (HR: Ahmad dan sanad-nya sesuai dengan syarat Al-Bukhari).

Akhirnya Nabi Yusya’ dan kaumnya berhasil memerangi dan menguasai kota tersebut. Setelah itu Nabi Yusya’ bin Nun memerintahkan kaumnya untuk mengumpulkan harta rampasan perang untuk dibakar. Namun api tidak mau membakarnya. Lalu Beliau meminta sumpah kepada kaumnya. Dan akhirnya diketahui ternyata ada dari kaumnya yang berkhianat dengan menyembunyikan emas sebesar kepala sapi.

Akhirnya orang-orang yang berkhianat mengembalikan apa yang mereka curi dari harta rampasan perang itu. Kemudian dikumpulkan dengan harta rampasan perang lainnya. Barulah kemudian api mau membakarnya.

Demikian syariat yang dibawa oleh Nabi sebelum Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam. Yaitu tidak boleh mengambil harta rampasan perang. Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan Syariat Nya dengan memperbolehkan bagi Rasululloh Shollallahu ‘alaihi Wa Sallam untuk mengambil rampasan perang agar dapat diambil manfaat yang banyak dari harta rampasan perang itu.

Setelah Baitul Maqdis dapat dikuasai oleh Bani Israil, maka mereka hidup di dalamnya dan di antara mereka ada Nabi Yusya’ yang memerintah mereka dengan Kitab Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Taurat, sampai akhir hayatnya. Dia kembali ke hadirat Alloh Subhanahu wa Ta’ala saat berumur seratus dua puluh tujuh tahun, dan masa hidupnya setelah wafatnya Nabi Musa  ‘alaihis salam adalah dua puluh tujuh tahun.

(Sumber Rujukan: Al Qur’anul Karim; Riyadhus Shalihin; Syarah Lum’atil I’tiqod)

Komentar»

1. phy - 31 Mei 2007

Kalau ngga’ baca artikel ni aq nggak tau ada nabi yang namanya yusya’ ,kalo boleh tau dalam surat dan ayat berapa ya dalam al qur’an yang menceritakan tentang nabi yusya’ ini

2. f@ - 20 Juni 2007

good writing…

akan aku tempel di madingq!

thanks..
jzk!.

3. syakkir - 15 November 2007

iya nh.baru dengar jg namanya nabi yusya….thank’s..moga bisa ditambah lagi artikel tentang nabi yusya..dikutip dari mana? kalo ada riwayat dipaparkn jg …wsslm

4. ahmad - 9 Januari 2008

kisahnya bagus, boleh dijiplak nggak? saya butuh lho!!!
semoga Allah membalas kebaikan anda. amin.

5. rohman hakim - 8 Mei 2008

sama… aku jg br tahu…
apalg skrg 2008…
ketinggalan kereta…
SUBBHANALLOH ALLAHU AKBAR

6. DIAN (PEKANBARU) - 21 Juni 2008

selain nabi yusya nabi apalagi selain yang 25, tolong ceritain dong…………………..please dech

7. Supardi - 25 Juni 2008

Alhamdulillah ,semoga kisah ini menambah pengetahuan kami tentang nabi nabi….

8. Romero - 28 Juni 2008

Nabi Yusya tidak pernah disebut namanya dalam Al-Qur’an dan hanya ada dalam Tafsir (klo hadits saya kurang tau cz banyak banget). Dan klo mau tahu juga, ayat al-Qur’an yang menyindir murid Musa (tidak disebut nama) ada dalam surah al-Kahf terutama dalam kisah nabi Khidr. Tapi klo mungkin anda adalah Kristolog, anda pasti tau klo Yusya bin Nun dalam Bible disebut Yosua (Joshua) bin Nun yg detailnya ada dalam kitab Yosua setelah kitab Ulangan.

9. Muslim - 14 April 2009

Selain Nabi Yusya masih ada yang namanya Nabi Samuel. Dan mereka berdua lebih banyak disindir didalam Injil Kristen versi revisi perjanjian baru. Di situ Nabi Yusya disebut Yosua dan Nabi Samuel disebut Samuel. Didalam Injil Kristen Versi Revisi perjanjian baru banyak diceritakan kehidupan Nabi Yusya dan Nabi Samuel dimulai dari masa kecil mereka hingga dewasa serta mukjizat-mukjizat yang mereka buat. Kalau tidak salah, Nabi Samuel di Kristen Versi Revisi perjanjian baru diceritakan mempunyai mukjizat bisa menyembuhkan orang buta yang mengantri didepan rumahnya.

Tapi kita tidak tahu kalau cerita Kristen Versi Revisi perjanjian baru itu benar atau tidak. Karena seperti yang muslim ketahui, bahwa Injil telah terjamah dan diubah oleh tangan manusia serta isinya tidak masuk akal dan keluar dari jalan yang benar.

10. xiaodi - 8 Mei 2009

ketahuan skali orang islam nyiplak cerita kristen,namun tak mau mengakui keaslian kitab tersebut…,
beda ama kristen yg Yesus juga menciplak kitab yahudi (Perjanjian Lama) tapi umat kristen mengakui kitab PL yg sekarang…,
itu namanya islam munafik,ciplak cerita orang,tapi tak mengakui keaslian kitab orang tersebut….,
haha…..,
tp ok lah,biar semua orang tau kalau kitab PL yg sekarang adalah asli…,tuh buktinya orang islam ciplak cerita dari PL….

Iffah diharja - 1 Desember 2012

Taurot, Injil, dan Al-Qur’an adalah Kitab dari agama langit yang memang dari Allah,
Taurot diturunkan sebagai wahyu untuk nabi Musa.
Injil diturunkan sebagai wahyu untuk nabi Isa.
Sedangkan Al-Qur’an diturunkan sebagai wahyu untuk nabi Muhammad.
Kitab Taurot memang di turunkan sebelum Injil dan Al-Qur’an.
Injil di turunkan sebelum Al-Qur’an.
dan Demi Allah, Al-Qur’an setelah keduanya sebagai penyempurna. karena kedua kitab sebelumnya sudah banyak diubah oleh manusia.
Karena sama-sama Agama dari Allah, maka intisari dari ketiganya adalah sama.
dan karena jaman nya berbeda, maka terkesan ketiganya saling menjiplak,
.
Coba renungkan dan tanya kata hati mu kawan,,

Nafis - 23 April 2013

ada yang ke GR-an,,, hehe jiplak..?? bedalah AL Qur’an sama kitab kau,, buktinya kerjaan oknum2 kyk kamu kan menghina Kitab kami Al qur’an,,, Klo kamu bilang kitab kami salah apalagi kita kalian apa ga salah juga tuh..?? hehehe katanya jiplak toh?? dasar bodoh sekali ini orang omongannya,, Justru karena kitab kami Al Qur’an bukan jiplakan sehingga banyak kalian hujat karena bnyak firman2 Tuhan yang sudah kalian hapus dan tidak sukai yang tertulis DI Al Qur’an

11. xiaodi - 8 Mei 2009

saya aneh,kok bilang injil telah di palsukan,emang menurut islam injil isa yang benar itu yg mana?kok nuduh palsu…,
saya lebih suka ama kristen sekte Ebyon yg walau nganggap isa itu hanya nabi dan isa tak mati,melainkan di gantikan sama yudas,tapi mereka punya kitab injil yang menuliskan itu,dan bisa menerangkan itu,beda ama islam yg nuduh,tapi tak punya bukti nyata injil yang mana.

Iffah diharja - 1 Desember 2012

Injil yang bener ya yang masih murni dari Allah, belum di ubah2 manusia.
kalau tentang nabi isa yang gagal di salib,, di Al-Qur’an pun ada. dalam Q.S An-Nisa 157: “Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka…”
bukan karena saling mencontek, tetapi karena memang sumber nya sama yaitu Allah

Nafis - 23 April 2013

ini dia,,, injil Nabi ISa itu ya yang turun saat nubaut beliau Nabi Isa AS,, bukan karangan Paulus… Apalagi penambahan2 psca konsili2,,, Arak tadinya haram jadi boleh,,, lama2 zina juga halal dan maho juga halal,,

12. Zero - 9 Juni 2009

karena semua injil gak ada yang bener….
jadi apa yang mau di tuduh…

13. iyang - 23 Juli 2009

emangnya kenapa hari sabtu tidak boleh perang

14. Syahudi - 25 Juli 2009

Emang gitu hukumx jaman nabi musa

15. JEP - 3 Januari 2010

yesus adalah roh ALLAH YANG MENJELMA JADI MANUSIA.

khana - 27 Januari 2010

Kristen itu agama Ciptaan Paulus…yang benar adalah Agama Nasrani yg dibawa oleh Nabi Isa (Yesus) untuk golongan bani Israel saja…Bukan untuk sekalian manusia…Ngerti dong Lu..kok nggak ngerti ngerti sih ?? ntar nyesal lu nggak ngakuin Muhammad sbg Rasul/Nabi terakhir untuk ummat manusia seluruhnya…Kita Lihat saja nanti…Kalau Nabi Isa turun ke dunia menjelang kiamat, maka dia akan mematahkan Salib, dan menyeru umat Kristen agar memeluk Islam…wait and see…

Nafis - 23 April 2013

Nah ini yang aneh,, Allah itu Tuhan Yang Maha Kuasa,, masa disalib dan ditelanjangi sampai cuma pake cangcut doang,,,?? Sudah begitu pake bilang ini untuk menebus Dosa pula.. Nah Allah akn Tuhan dan Dia Maha Berkehendak,, klo memang mau mengampuni maka tinggal Dia kehendaki pengampunan itu buat seluruh manusia kenapa harus pake acara penyaliban yang menghinakan gt .. kyk acara2 Kaum Pagan atau penyembah berhala saja yang ada upacara penebusan dosa dengan mengorbankan nyawa atau jiwa manusia

16. sam - 1 April 2010

buat yang beragama kristen, kenapa kalian tidak paham2 dengan esensi sesungguhnya terhadap apa yg kita perdebatkan?, jelaslah banyak kisah dalam kitap agama kristen yg sama dengan kisah dalam alquran, islam bukan menjiplak tapi islam meneruskan dan menyempurnakan ajaran isa!, karena berasal dari satu sumber! masalahnya, dari bukti2 sejarah menunjukkan bahwa ajaran isa yg benar sudah banyak diselewengkan dan dibantah oleh pendeta2 kristen sejak jaman baheula sampai sekarang.! bukti, larangan minum alkohol, hukum sunat, makan babi, puasa dll. sudah kalian langgar, bahkan isa di angkat jadi tuhan oleh paulus kemudian memberi label kristen pada ajaran isa yg sudah di selewengkan. seandainya kalian tetap mematuhi perintah nabi alloh isa almasih, nasrani dan islam sebenarnya bersaudara, bahkan kami menyebut kalian sebagai ahli kitab. tetapi kalau alloh belum membuka hatimu, percuma saja kalian membaca tulisan ini. untukmu agamamu dan untukku agamaku….

Setiawan - 14 Mei 2010

wa salut ma lu sam, untukmu AGAMAMU. untukku AGAMAKU

17. Rio - 9 Agustus 2010

ya bener tuh, untukmu agamamu untukku agamaku.
memang sebenarnya yang benar adalah nasrani dan islam bersaudara.
kalau anda yang justru menghina Islam, tidak percaya dan menuduh kami menjiplak dari PL, silahkan tunggu waktunya saja. Allah Maha Adil, dan Dia akan memberi pelajaran pada umat-Nya yang lalai!

18. Hina Kelana - 26 September 2010

Ajaran Untukmu Agamamu Untukku Agamaku (Tepa salira) itu cuma ada dikitab Al-Qur’an, cobalah cari di kitab lain, tidak akan ada itu. Di Injil cuma ditulis, Domba yang tersesat, yang berarti perintah bagi pemeluk agama kristen untuk meluruskan domba2 yang tersesat. Beda dengan Islam dakwah hanya sampai kepada penyampaian, ujungnya hanya Untukmu agamamu untukku agamaku, setiap insan bertanggung jawab atas pilihannya. Coba anda jelaskan, apakah mungkin disebutkan bahwa Al-Qur’an meniru Injil? Kalau Al-Qur’an meniru Injil, maka tidak satupun ayat yang bercerita ttg incest ada didalamnya..

19. Ardra - 29 November 2010

udah denger sih….dari temen kirain bohongan,ternyata beneran

20. Featherapocalypse - 21 April 2011
21. rikki - 13 Mei 2011

asalamualaikum,,,kisahnya menarik tentang nabi yusya as.baru saja kemarin saya ziarah ke makam nabi yusya as di wadi shuayb as salt jordania.makamnya terletak di bukit disebuah mushala kecil,,

22. rikki - 13 Mei 2011

saya juga sempat ziarah ke makam nabi shuayb dan nabi jad.nabi jad ini saya kurang tau tapi memang ada.ketiga nabi ini berada di pegunungan yg sama yaitu wadi shuayb jordania.

23. empeh - 2 Januari 2012

CoPas dr Alkitab krn Alquran tdk menceritakan

24. ayi - 11 Juni 2012

di dalam injil mana ada mengatakan nabi isa tu allah,,
ayo buktikan,,,,,,?
surat apa,,,,?

ayat ke berapa,,,,,?

25. vf - 29 Juni 2012

mantappp

26. orang situ - 25 Agustus 2012

wahai domba – domba !
kalian tersesat jalannya, karena mengikuti rasul paulus.
coba kalo ikut nabi muhammad, kalian tidak jadi domba, tapi jadi manusia

27. Aldino Akbar - 20 September 2012

terima kasih, postingannya sangat bermanfaat

28. kareemov - 5 November 2012

islam adalah agama yang diridho”i Allah,
sudah lah…
saya tidak menyembah yang kamu sembah, kamu (kaum kristen) juga tidak menyembah yang aku sembah.
milikmu agamamu, milikku agamaku

29. Nisa Aza - 8 November 2012

ASTRONOMI ISLAM!

Abu Dzar Ra berkata bahwa pada suatu hari Nabi Muhammad Rasulullah Saw pernah bersabda: “Tahukah kalian ke manakah matahari ini pergi (terbenam)?” Mereka berkata: “Alloh dan Rasul-Nya-lah yang lebih mengetahui?” Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya matahari ini pergi beredar (terbenam) sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy (singgasana Allah), lalu dia (matahari) bersujud. Dia (matahari) tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang (terbit)!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia beredar sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dia bersujud. Dia tetap selalu seperti itu sehingga dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah! Kembalilah seperti semula engkau datang (terbit)!’, maka dia pun kembali dan terbit dari tempat terbitnya (timur), kemudian dia beredar sedangkan manusia tidak menganggapnya aneh sedikitpun darinya sehingga sampai ke tempat peredarannya di bawah ‘Arsy, lalu dikatakan kepadanya: ‘Hai matahari, bangunlah, terbitlah dari arah barat!’, maka dia pun terbit dari barat.” Rasulullah Saw bersabda (yang artinya): “Tahukah kalian kapan hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau dia belum mengusahakan kebaikan didalam masa imannya (yakni terbitnya matahari dari barat adalah ketika hari kiamat tiba)!”. (Hadits shahih ini diriwayatkan oleh Bukhari nomor: 4802; dan nomor: 3199; dan nomor: 7424; dan nomor: 7433; dan Muslim nomor: 159 -dan ini lafazhnya, Ath-Thayyalisi dalam Musnadnya nomor 460, Ahmad dalam Musnadnya nomor: 5/145; dan nomor: 152; dan nomor: 165; dan nomor: 177; dan Abu Dawud nomor: 4002; dan Tirmidzi nomor: 3227; dan Nasa’i dalam Sunan Kubra nomor: 11430; dan Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah nomor: 4292, dan nomor: 4293; dan lain sebagainya. Seluruhnya dari jalur sanad Ibrahim bin Yazid at-Taimi dari ayahnya dari Abu Dzar).

Abu Dzar Ra mengatakan: “Ketika aku sedang duduk berdua-duan bersama Rasulullah Saw di masjid, pada saat itu hari sudah mulai malam. Kemudian Nabi Saw bersabda: ‘Hai Abu Dzar, tahukah kamu, kemanakah matahari ini terbenam?’ Aku menjawab: ‘Hanyalah Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui akan hal itu!’. Dan Nabi Saw bersabda: ‘Sesungguhnya matahari ini terbenam dan setelah itu dia bersujud di bawah ‘Arsy Allah. Itulah makna dari Qs Yasin: 38′. Dan Nabi Saw melanjutkan sabdanya: ‘Sesungguhnya tempat peredaran matahari adalah berada di bawah ‘Arsy Allah (singgasana Allah)!'”. (Hadits Shahih didalam Kitab Shahih Muslim; Bab: Tafsir Qur’an).

Masih merupakan hadits dari Abu Dzar Al-Ghifariy RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari itu terbenam dan dia bersujud di bawah ‘arsy Allah. Hampir-hampir saja matahari tidak lagi diizinkan lagi untuk terbit. Maka terbitlah dia dari arah barat!”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Islam secara tegas menyatakan bahwa ‘Matahari itu mengelilingi bumi’, karena maksud ketiga hadits shahih tersebut jelas menerangkan bahwa matahari itu setiap siang hari selalu berputar-putar mengelilingi bumi, sedangkan setiap malam harinya matahari suka bersujud kepada Allah Ta’ala di tempat peristirahatannya yakni di bawah ‘arsy.

Nafis - 23 April 2013

saya tidak melihat ada penyataan tegas yang menyatakan Matahari mengelilingi bumi.. makna matahari bersujud dan beredar di bawah arsy itu bermakna hakiki yang tidak bisa dipahami secara literal atau bermakna dzahir.. karena tidak ada yang bisa mengambarkan bagaimana Matahari bersujud,,, klo terbenam dan terbit itu kan memang secara alamiah demikian sifat dari matahari..

30. Fuad - 13 November 2013

harus dipertanyakan kebenaran cerita ini, jgn2 ini pembiasan yang dilakukan oleh orang-orang selain islam, karena di sini diceritakan membunuh 12 ribu laki-laki dan wanita. kalimat ini sangat janggal, apakah mungkin seorang nabi memerintahkan untuk membunuh wanita juga,karena pada zaman tersebut wanita masih merupakan golongan yang tidak diperbolehkan untuk ikut berperang. dan apakah mungkin juga seorang nabi, tanpa sebab yang jelas mengepung dan menyerang sebuah kota dengan tujuan untuk mendudukinya. dan harus diperiksa juga kebenaran hadist yang diutarakannya “Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan tidak terbenam hanya karena seorang manusia kecuali untuk Yusya’. Yakni pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis (untuk jihad).’” (HR: Ahmad dan sanad-nya sesuai dengan syarat Al-Bukhari). yang jadi pertanyaannya, kalau tidak salah jihad itu dikenal setelah era kenabian Muhammad SAW, dengan tujuan yang murni, yaitu menyebarkan agama islam, kalau di sini bukan menyebarkan agama, tapi menguasai kota. kemudian masalah rampasan perang, di sini dibiaskan dengan mengatakan bahwa rampasan perang tidak boleh diambil, kemudian setelah zaman nabi Muhammad boleh diambil, menurut saya sangat tidak masuk akal. kalimat ini secara tersirat mengatakan bahwa Nabi Muhammad orangnya serakah dan tamak. hati-hati dengan pengaburan cerita yang dapat mengakibatkan kesalahfahaman dalam beragama.

31. Adminizer Blogspot - 10 Juli 2014

coba pikir2 lagi. jangan saling selisih. kita pakai akal logika saja.
injil yg asli adl injil saat nabi isa diberikan injil secara langsung. itu injil masih asli awal dan itu lah yg disebut injil asli :v
qur an memang ga jiplak. pikir dulu, mana mungkin seorg nabi tak memberikan berita nabi akhir padahal injil taurat menyebutkannya :(
Dan memang jika nabi akhir memang mendpt wahyu dari tuhannya :(

jangan selisih lagi plisss :( nanti ribut2 sampai ke sebrang sono :v

Dan satu lagi, nabi memang keturunan nabi ya pasti pantas utk diceritakan :(

32. Adminizer Blogspot - 10 Juli 2014

aku sih kurang percaya ama nabi ini tapi tenang gan, pikir saja dulu :( :v

33. Adminizer Blogspot - 10 Juli 2014

aku ga tau apa memang pantas yg utk diceritakan
Memang ga pantas dijiplak sih :/ tapi …….. sudahlah, nikmati saja ceritanya

34. sangharvester123 - 10 Juli 2014

maksudnya …..
islam tak menjiplak. Dan ini cuma cerita keadaan zaman saat nabi waktu itu :(

35. sangharvester123 - 10 Juli 2014

itu maksud nya si Adminizer Blogspot


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: