jump to navigation

Pemuda Muawiyah Dengan Ibunya 14 November 2006

Posted by Muslim in Islam, Kisah, Kisah Islam, Muslim, Siroh.
trackback

MediaMuslim.Info – Muawiyah bin Abu Sufyan, kala itu masih anak-anak, bermain bersama temannya, dia menjajarkan mereka dalam barisan yang berhadapan untuk mengadakan peperangan antara dua kelompok itu dengan pedang, tombak dan alat-alat perang lainnya di waktu itu, sebagian mereka membawa tongkat dan pedang kayu sebagai peragaan dari pedang dan tombak.

Dia mulai mengatur dua kelompok “tentara” itu ke kiri, ke kanan dan ke belakang, menetapkan untuk setiap kelompok seorang pemimpin, seperti yang dikerjakan oleh orang tua di medan peperangan besar, kemudian dia memerintahkan untuk memulai peperangan dengan menghadapkan kelompok yang satu dengan yang lain agar menuju pada titik-titik penghempasan dan penyambaran, tempat-tempat menyelinap, pengepungan, serta eksploitasi tempat-tempat yang lain, barangsiapa yang “terbunuh” atau “terkapar” dikeluarkan dari arena pertempuran sehingga kemenangan pada akhir pertempuran menjadi milik pasukan yang lebih banyak sisa anggotanya.

Pertempuran itu diatur pergilirannya di antara perkampungan kabilah, ada seorang dari satu kabilah memperhatikan mereka, dia berujar kepada orang-orang di sekitarnya, ‘Sesungguhnya aku tidak yakin bahwa anak ini (Muawiyah) mampu memimpin keluarganya’. Hindun, Ibu Muawiyah mendengar kata-kata ini pada saat dia ikut mengawasi anaknya bermain, lalu dia berkata, ‘Matinya adalah lebih baik! Sungguh tiada yang mampu memimpin kaumnya kecuali Muawiyah saja

Muawiyah kemudian berujar setelah memperoleh kemenangan terhadap pasukannya atas pasukan lain yang berhadapan dengannya. ‘Tenanglah wahai Ibuku! Aku akan mewujudkan keinginanmu, aku akan memimpin seluruh bangsa Arab dan selain bangsa Arab, aku akan menjadi pemimpin yang disegani di kalangan mereka semua pada suatu hari nanti..’

Sebagaimana yang kita ketahui, di dalam Islam, Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi pemimpin bangsa Arab dan selain bangsa Arab, dia menjadi pernah menjadi pemimpin bagi seluruh muslimin.

(Dikutip dari: Asybaluna Al-‘Ulama, Oleh Muhammad Shulthon)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: