Nasab & Sifatnya MU’AWIYAH BIN ABU SUFYAN 2 Desember 2006
Posted by Muslim in Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam.trackback
Mua’wiyyah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd asy Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Nama panggilannya Abu Abdur Rahman al-Umawi. Dia dan ayahnya masuk Islam pada saat pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah), ikut daIam perang Hunain, termasuk orang-orang muallaf yang ditarik hatinya untuk masuk Islam, dan keislamannya baik, serta menjadi salah seorang penulis wahyu.
Dia meriwayatkan hadits dari Rasulullah sebanyak seratus enam puluh tiga hadits. Beberapa sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits darinya antara lain: Abdullah bin Abbas, Abdulah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abu Darda’, Jarir aI-Bajali, Nu’man bin Basyir dan yang lain. Sedangkan dari kalangan tabiin antara lain: Sa’id bin al-Musayyib, Hamid bin Abdur Rahman dan lain-lain.
Dia termasuk salah seorang yang memiliki kepintaran dan kesabaran. Banyak hadits yang menyatakan keutamaan pribadinya, namun dari hadits-hadits tersebut hanya sedikit yang bisa diterima.
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan (dia mengatakan bahwa hadits ini hasan) dari Abdur Rahman bin Abi Umairah (seorang sahabat Rasulullah) dari Rasulullah bahwa dia bersabda kepada Mu’awiyah, “Ya Allah, jadikanlah dia orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.”
Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan dari al-Mirbadh bin Sariyyah dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, “Ya Allah ajarilah Mu’awiyah al-Qur’an dan hisab serta lindungilah dia dari adzab.”
Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya dan Imam ath-Thabarani dalam kitabnya al-Kabir meriwayatkan dari Abdul Malik bin Umair dia berkata: Mu’awiyyah berkata: Sejak Rasulullah bersabda kepada saya. “Wahai Mu’awiyah, jika kamu menjadi raja, maka berbuat baiklah!” saya selalu menginginkan jabatan kekhilafahan.
Mua’wiyyah adalah seorang lelaki yang bertubuh tinggi berkulit putih dan tampan serta karismatik. Suatu ketika Umar bin Khaththab melihat kepadanya dan berkata, “Dia adalah kaisar Arab.”
Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib dia berkata, “Janganlah kalian membenci pemerintahan Mu’awiyah. Sebab andai kalian kehilangan dia, niscaya akan kalian lihat beberapa kepala lepas dari lehernya.”
Al-Maqbari berkata: Kalian sangat kagum kepada kaisar Persia dan Romawi namun kalian tidak mempedulikan Mu’awiyah! Kesabarannya dijadikan sebuah pepatah. Bahkan Ibnu Abid Dunya dan Abu Bakar bin ‘Ashim mengarang buku khusus tentang kesabarannya.
Ibnu ‘Aun berkata, “Ada seorang lelaki berkata kepada Mu’awiyah: Demi Allah hendaknya kamu menegakkan hukum dengan lurus wahai Mu’awiyah. Jika tidak, maka kamilah yang akan meluruskan kamu!”
Mu’awiyah berkata, “Dengan apa kalian akan meluruskan kami?’
Dia menjawab, “Dengan pentungan kayu!”
Muawiyyah menjawab, “Jika begitu kami akan berlaku lurus.”
Qubaishah bin Jabir berkata: Saya menemani Mu’awiyah beberapa lama, ternyata dia adalah seorang yang sangat sabar. Tidak saya temui seorang pun yang sesabar dia, tidak ada orang yang lebih bisa berpura-pura bodoh darinya, sebagaimana tidak ada orang yang lebih hati-hati daripadanya.
Tatkala Abu Bakar mengutus pasukan ke Syam, dia dan saudaranya Yazid bin Abu Sufyan berangkat ke sana. Tatkala Yazid meninggal dia ditugaskan untuk menggantikan saudaranya di Syam untuk menjadi gubernur. Umar mengokohkan apa yang ditetapkan Abu Bakar dan Utsman menetapkan apa yang ditetapkan oleh Umar. Utsman menjadikan Syam seluruhnya berada di bawah kekuasaannya. Dia menjadi gubernur di Syam selama dua puluh tahun dan menjadi khalifah juga selama dua puluh tahun.
Ka’ab al-Ahbar berkata: Tidak ada orang yang akan berkuasa sebagaimana berkuasanya Mu’awiyah.
Adz-Dzahabi berkata: Ka’ab meninggal sebelum Mu’awiyah menjadi khalifah, maka benarlah apa yang dikatakan Ka’ab. Sebab Mu’awiyah menjadi khalifah selama dua puluh tahun, tidak ada pemberontakan dan tidak ada yang menandinginya dalam kekuasaannya. Tidak seperti para khalifah yang datang setelahnya. Mereka banyak yang menentang, bahkan ada sebagian wilayah yang menyatakan melepaskan diri.
Mu’awiyah melakukan pemberontakan kepada Ali sebagaimana yang telah disinggung di muka, dan dia menyatakan dirinya sebagai khalifah. Kemudian dia juga melakukan pemberontakan kepada al-Hasan. Al-Hasan akhirnya mengundurkan diri. Kemudian Mu’awiyah menjadi khalifah pada bulan Rabiul Awal atau Jumadil Ula, tahun 41 H. Tahun ini disebut sebagai ‘Aam Jama’ah (Tahun Kesatuan), sebab pada tahun inilah umat Islam bersatu dalam menentukan satu khalifah. Pada tahun itu pula Mu’awiyah mengangkat Marwan bin Hakam sebagai gubernur Madinah.
Pada tahun 43 H, kota Rukhkhaj dan beberapa kota lainnya di Sajistan ditaklukkan. Waddan di Barqah dan Kur di Sudan juga ditaklukkan. Pada tahun itu pulalah Mu’awiyah menetapkan Ziyad anak ayahnya. Ini -menurut ats-Tsa’labi- merupakan keputusan pertama yang dianggap mengubah hukum yang ditetapkan Rasulullah.
Pada tahun 45 H, Qaiqan dibuka.
Pada tahun 50 H, Qauhustan dibuka lewat peperangan. Pada tahun 50 H, Mu’awiyah menyerukan untuk membaiat anaknya Yazid sebagai putra mahkota dan khalifah setelahnya jika dia meninggal.
Mu’awiyah meninggal pada bulan Rajab tahun 60 H. Dia dimakamkan di antara Bab al-Jabiyyah dan Bab ash-Shaghir. Disebutkan bahwa usianya mencapai tujuh puluh tujuh tahun. Dia memiliki beberapa helai rambut Rasulullah dan sebagian potongan kukunya. Dia mewasiatkan agar dua benda itu di diletakkan di mulut dan kedua matanya pada saat kematiannya. Dia berkata, “Kerjakan itu, dan biarkan saya menemui Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang!”.
Sumber: Tarikh Khulafa’
Sumber: www.kisahislam.com






tahats great
Assalamualikum wr, wb. [Insyaf]
Ternyata tindakan , sifat dan cara pemerintahannya tidak seperti yang aku baca di Buku-buku schools aku lama..kontradiksi banget!! disana digambarkan sosok Mu’awiyah adalah musuh bebuyutan Amirul Mukminin “Sayidina Ali bin Abi Tholib” serta dengan bengis mengabisi nyawanya hanya demi memperoleh tampuk pemerintahan, dengan artian menjadi pemimpin utama barisan kaum Muslimin…..Aghh..! sekarang aku baru sadar, betapa mudahnya umat Rasulullah abad ini di kecohkan dengan keterangan yang palsu…..bagaimana ya menjadikan umat islam abad ini berpikiran jauh lebih kritis lagi…kayak Mu’awiyah yang selalu berhati-hati dalam bertindak……Waalaikum salam wr.wb
Sekalian Mo ngucapin Mohon Maaf Lahir batin buat semua muslim nggak mandang batas teritorial…..(nggak papa kecepetan…mungkin aja gua lagi mudik lebaran ntar..jadi nggak ada kesempatan buat mijat tombol kibot gue……) semoga ukhuwah islamiyah islamiyah kita makin kuat…!! bring islam back!!!
buat andre gunawan walaupun terlambat
telaah kembali sejarah yg berhubungan dgn muawaiyah serta anaknya yazid, krn dari artikel diatas secara implisit menyatakan bahwa ia merebut kekhalifaan amirul mukminin ali bi abu thalib serta al hasan kw.
pembantaian para ahlul bayt terus berlanjut hingga kekhalifaan jatuh ditangan anaknya yazid bin muawiyah yang dikenang dalam sejarah sbg tragedi karbala pembantaian keluarga suci nabi muhammad
pesan : kaji kembali sejarah islam hingga temukan kebenaran
amin…………
para sahabat semasa berlakunya fitnah tidak saling kutuk mengutuk. bahkan antara ‘ali dan mu’awiyah sendiri juga tidak saling laknat melaknati antara satu sama lain. masing-masing berijtihad mencapai kebenaran. namun generasi yang datang kemudian dan jauh dari zaman fitnah tersebut sibuk mempersalahkan ‘ali atau mu’awiyah bahkan ada yang sanggup melaknat mereka.
ya, kaji dulu keutamaan para sahabat kesemuanya tanpa terkecuali seorangpun melalui al-quran dan hadith-hadith yang sohih sebelum bertindak melulu mengkritik atau melaknat mereka.
wallahu ak’lam.
Saudaraku Gazza, anda harus belajar lagi mengenai sejarah islam ya…sayang..biar kamu pintar, biar kamu tahu yang benar
wassalam
mudah-mudahan penulis diberikan petunjuk dan diberi jalan yang benar oleh Allah SAW
Ya jangankan Muawiyyah yang sangat terkenal ke sholehannya yazid saja kita harus jadikan panutan karena beliau adalah teladan umat ini dan bergelar amirul mukminin..insyaflah saudara-saudaraku yang mengingkari fadhail khalifah muawiyyah dan amirul mukminin yazid bin muawiyyah.
sahabat-sahabat rosul adalah mansia pilihan (insan kamil/mukhtar), penuh tauladan, kalaupun ada kekuarangannya adalah semata hanya sebagai bacaan pelajaran tarikh belaka, untuk kalangan sendiri, wallohu’alam bisshowabb.
untuk Husein bn Zein ….
pelajari sjarah islam dng baik, dr buku manakah anda membaca ttg kesalehan dan teladan umat.. apakah anda tahu kehidupan si yazid laknaatullah yang berfelimang dg dosa dan maksiat dan dia jg lah yg telah membunuh keluarga suci Rasulullah SAAW,
simaklah hadist berikut ini yg kurang lebih artinya ..
fathimah adalah anakku dan darah dagingku, barangsiapa yg menyakiti hatinya maka sama halnya menyakiti hatiku dan allah tidak akan meridhoi jikalau ada yg membuat hati Rasulnya gelisah..
Coba anda pikirkan baik2 seseorang yg sangat mencintai anaknya yg shaleh dan tauladan ummat di bunuh secara keji oleh seorang biadab pengecut, apakah ia akan merelakan begitu saja???
saudara2ku, sebenernya kita gak usah berpecah belah karena masa lalu sejarah kekhalifahan, karena semuanya memang adalah sudah menjadi kehendak Alloh, apa yang telah terjadi adalah menjadi renungan bagi kita, yang lebih kita utamakan adalah persatuan umat, jangan sampe berpecah belah, karena kemunduran kaum muslimin salah satunya adalah karena perpecahan dan ketidak kompakan kaum muslimin. Wallohu a’lam.
buat Hasan al-jailani…masya allah anda melaknat muslim yang lain dengan sebutan laknatullah, emang yazid kafir???/ Jangan melaknat sesama muslim dengan menagatasnamakan ahlil bait. Ahlil bait itu keluarga suci, so sikap dan tindakan mereka pasti juga suci. Bukan laknat melaknat. ada embel2 al-jailani lagi. malu dunk ma sulthonul awliya, namanya dicatut
Untuk Hasan al Jailani….
Ahlil Bait emangmya siapa ? ana dari kecil ga pernah di ajarkan tentang apa dan siapa ahlul beit, wajar kalo ana juga punya pendapat berbeda karena sudah ada sebuah kitab yang sangat ilmiyah di terbitkan di Sudia Arabia dengan judul Yazd ibnu Muawiyyah Amirul mukminin…emang antum belum pernah baca ya??? disitulah terekam keutamaan-keutamaan Yazid bin Muawiyyah dan segala kesholehan pribadinya, cukup sekian….
Buat seluruh saudaraku….
agar smua keraguan kalian terjawab…
cari dan bacalah buku “ANTOLOGI ISLAM”…
disana semua keraguan kalian akan terjawab…
Insya ALLAH..
Buat saudaraku yang ber Syiah kpd Rasul,hati2 lah !!!!
karena konspirasi lama akan terulang kembali…
Semoga kita semua terlindungi…
Sahabat-sahabat Rasullulah adalah orang-orang istimewa yang mendapat langsung nur Muhammad SAW, Mereka r.a adalah murid2 yang diajar langsung oleh seorang Guru Besar yang menyempurnakan semua agama sehingga mustahil apabila antara Ali r.a dan Mu’awiyah r.a berebut kekuasaan hanya sebuah jabatan sebagai khalifah, mereka r.a lebih suka disebut sebagai hamba di hadapan Rasulullah. Oleh karena itu tidaklah bijak melaknat sahabat Rasullulah hanya karena satu atau dua referensi yang berpandangan sebelah mata. Afwan
ya, susah ya ceritain masa lalu, udah 14 abad lagi, yang baru zaman soekarno-soeharto aja banyak plintir-plintir sejarah apalagi masa lalu, biasa kalau penguasa mengarang sejarah dari Versinya merasa paling bener, kaya Muawiyah, atau kerajaan Arab saudi, bikin kita berpecah jadi 73 golongan, ya mereka itu asal mulanya… Ihdinashshirathal Mustaqiem
shukran sheikh…. alhamdulillah. sebenarnya inilah kisah figure sifat sahabat yang sebenarnya,,, bukanlah seperti kisah yang di gembar gemburkan musuh2 islam… malah dalam kalangan muslimin pun ada yang terslah sangka akibat kekliruan fakta sejarah islam yang sebenarnya…
Benar kata si arsy soal pembiasan sejarah.Penguasa selalu membukukan sejarahnya sesuci-sucinya. Rekaman sejarah itu subjektiv, tergantung siapa yang menyusunnya. Jangan heran, bahkan hadis-pun ada yang tidak dapat dipakai (dha’if)..
Islamnya Muawiyah setelah Fathul Makkah(yang disebut Nabi sebagai kaum Thulaqo),dan dia tetap tinggal di Mekkah sampai Rasulullah SAWW wafat.Bagaimana dia meriwayatkan hadis yg katanya didapat dari RasulullahSAWW dan yg lebih aneh lagi sebagai penulis wahyu,jelas sekali pemalsuan tampak disini.Terutama dia memusuhi Ahl-Bait Nabi diantaranya yaitu Imam Ali dan Imam Hasan Ass,yang mana dalam Al-Quran telah disucikan sesuci-sucinya,dimusuhi oleh Muawiyah sehingga Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib diracuni oleh isterinya sendiri karena mendapat bujuk rayu dari Muawiyah.Dan dia mengharuskan para Imam Jum’at untuk melaknat Imam Ali bin Abi Thalib sampai masa Umar Ibnu Abdul Azis baru dihapuskan.Karena dia berkuasa selama 20 tahun maka dia dg leluasa membuat hadis2 palsu dan memutar balikkan sejarah Rasulullah SAWW,serta kemudian mengangkat anaknya Yazid (laknatullah) sebagai penggantinya,dan mulai sejarah kekaisaran berlanjut.Sejarah ini jelas bagi para sejarawan Islam dan juga kaum Orientalistpun mengenal ini.Hanya orang2 yg tidak teliti dan tidak kritis bisa tertipu dg Muawiyah.
Untuk teman-teman seiman semuanya, mungkin hal ini akan lebih jelas lagi apabila teman-teman mempelajari dan membaca sejarah mengenai peristiwa Karbala dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudahnya yang mengiringi peristiwa Karbala tersebut. Untuk itu teman-teman perlu mendapatkan banyak referensi baik dari para ulama muslim maupun kaum orientalis untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda. Memang, kita tidak akan tahu yang pasti karena tidak ada di riwayatkan dalam Al Qur’an, namun dari beberapa referensi dan insyah Allah diberikan petunjuk oleh Allah SWT teman-teman akan mendapatkan petunjuk permasalahan sebenarnya. Intinya, kenapa Husein selaku keturunan Rasulullah SAW yang setiap shalat kita doakan harus menemui Rab-nya dengan jalan dibunuh oleh pasukan yang jumlahnya lebih besar dan muslim pula, semoga Allah memberi petunjuk, Amin.
Assalamu’alaikum wr wb..
Semoga Allah senantiasa mencerahkan jiwa-jiwa hambaNya yang berusaha memperolah hikmah kebenaran.. Amiien.
Sejarah kekhalifahan islam berbicara melalui pena pena para ulama dan ahli sejarah. Berbagai sisi pandang, penafsiran dan sedikit banyak bumbu2 yang “memperindah” suatu pandangan (sisi keberpihakan)- yang diwariskan kepada kita- umat dipenghujung zaman ini, semakin besar pula kesenjangan akan perbedaan dalam pemahaman kita akan sejarah ini.
Sulit rasanya bagi kita untuk mengklaim kebenaran, karena sumber2 sejarah itu sendiri menyajikan banyak sekali kemungkinan penafsiran. Setelah melihat perbedaan, serta kemungkinan-kemungkinan dalam memandang sejarah kekhalifahan, memang ada baiknya kita merenung sejenak.. Menarik diri dari keberpihakan suatu pihak (baca: sunni-syiah) dalam memahami sejarah.
Para sahabat dikatakan sebagai generasi terbaik umat ini, namun mereka mencontohkan perbedaan pandangan bahkan peperangan.
Sama sekali bukan untuk mendiskreditkan keutamaan mereka, manusia-manusia yang ditunjuk Allah swt untuk menyaksikan turunnya wahyu dan menghirup udara bersama Rasulullah saw.
Namun sejarah dari sisi pandang manapun menceritakan adanya ketidak sepahaman diantara sahabat.
Mengkaji lebih lanjut, maka sosok Muawiyah adalah sebuah titik penting dimana perbedaan banyak dimulai dalam memposisikan ketokohan dirinya. (Walaupun sebenarnya sejak detik pertama Rasulullah saw wafat, umat sudah menunjukkan bibit-bibit perpecahan. Siapakah khalifah penerus beliau saw? Perbedaan paham sunni-syiah bermula dari hal ini)
Muawiyah, memperoleh kekhalifahan dari Al Hasan cucu rasul setelah pergolakan umat sampai ke tahap sangat kritis. Sehingga tahun dimana Muawiyah disebut sebagai “tahun persatuan” oleh kaum sunni. Dibawah kekuasaannya, Islam berkembang dan meraih banyak wilayah baru. Namun tidak sedikit tulisan sejarah yang berbicara mengenai kebijakan-kebijakannya yang menimbulkan pertanyaan mengenai kearifannya sebagai khalifah Islam.
Yang paling jelas, adalah membuat kekhalifan menjadi dinasti, meneruskan kepemimpinan kepada keturunannya. Sehingga dikenal dengan sebutan dinasti umayyah. Belum lagi jika kita berusaha mengkaji tentang peristiwa perang muawiyah dengan ali bin abi thalib r.a, wafatnya Al Hasan, tragedi karbala, dan lain-lainnya.
Sulitnya menentukan keberpihakan mengenai hal ini janganlah membuat kita berpecah.. Berapa banyak umat yang bersyahadat meninggal dalam keberpihakan ini.. Hampir 14 abad berlalu, dan Islam tak kunjung bersatu. Apa bekal yang akan kita bawa menghadap Rabb kita nanti? Hanya kepadaNya-lah kita memohon ampunan serta petunjuk.
Rasulullah saw membawa risalah Islam yang satu. Jangan sekat-sekati islam ini hanya dengan perbedaan sisi pandang. Berbeda boleh, namun jangan bertengkar. Saya cenderung mengikuti kearifan seorang sahabat, yaitu Ibnu Mas’ud r.a yang ketika melihat sebuah perbedaan lalu ia mengalah dan berkata,”Bertengkar itu semuanya jelek!”.
Wabillahi taufiq
Wassalamu’alaikum wr wb