jump to navigation

Nasab & Sifatnya MU’AWIYAH BIN ABU SUFYAN 2 Desember 2006

Posted by Muslim in Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam.
trackback

Mua’wiyyah bin Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abd asy ­Syams bin Abdu Manaf bin Qushay. Nama panggilannya Abu Abdur Rahman al-Umawi. Dia dan ayahnya masuk Islam pada saat pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah), ikut daIam perang Hunain, termasuk orang-­orang muallaf yang ditarik hatinya untuk masuk Islam, dan keislaman­nya baik, serta menjadi salah seorang penulis wahyu.

Dia meriwayatkan hadits dari Rasulullah sebanyak seratus enam puluh tiga hadits. Beberapa sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits darinya antara lain: Abdullah bin Abbas, Abdulah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abu Darda’, Jarir aI-Bajali, Nu’man bin Basyir dan yang lain. Sedangkan dari kalangan tabiin antara lain: Sa’id bin al-­Musayyib, Hamid bin Abdur Rahman dan lain-lain.

Dia termasuk salah seorang yang memiliki kepintaran dan kesabaran. Banyak hadits yang menyatakan keutamaan pribadinya, namun dari hadits-hadits tersebut hanya sedikit yang bisa diterima.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan (dia mengatakan bahwa hadits ini hasan) dari Abdur Rahman bin Abi Umairah (seorang sahabat Ra­sulullah) dari Rasulullah bahwa dia bersabda kepada Mu’awiyah, “Ya Allah, jadikanlah dia orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.”

Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan dari al-Mirbadh bin Sariyyah dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, “Ya Allah ajarilah Mu’awiyah al-Qur’an dan hisab serta lindungilah dia dari adzab.”

Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya dan Imam ath-Thabarani dalam kitabnya al-Kabir meriwayatkan dari Abdul Malik bin Umair dia berkata: Mu’awiyyah berkata: Sejak Rasulullah bersabda kepada saya. “Wahai Mu’awiyah, jika kamu menjadi raja, maka berbuat baiklah!” saya selalu menginginkan jabatan kekhilafahan.
Mua’wiyyah adalah seorang lelaki yang bertubuh tinggi berkulit putih dan tampan serta karismatik. Suatu ketika Umar bin Khaththab melihat kepadanya dan berkata, “Dia adalah kaisar Arab.”

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib dia berkata, “Janganlah kalian membenci pemerintahan Mu’awiyah. Sebab andai kalian kehilangan dia, niscaya akan kalian lihat beberapa kepala lepas dari lehernya.”

Al-Maqbari berkata: Kalian sangat kagum kepada kaisar Persia dan Romawi namun kalian tidak mempedulikan Mu’awiyah! Kesa­barannya dijadikan sebuah pepatah. Bahkan Ibnu Abid Dunya dan Abu Bakar bin ‘Ashim mengarang buku khusus tentang kesabarannya.

Ibnu ‘Aun berkata, “Ada seorang lelaki berkata kepada Mu’awiyah: Demi Allah hendaknya kamu menegakkan hukum dengan lurus wahai Mu’awiyah. Jika tidak, maka kamilah yang akan meluruskan kamu!”
Mu’awiyah berkata, “Dengan apa kalian akan meluruskan kami?’
Dia menjawab, “Dengan pentungan kayu!”
Muawiyyah menjawab, “Jika begitu kami akan berlaku lurus.”

Qubaishah bin Jabir berkata: Saya menemani Mu’awiyah beberapa lama, ternyata dia adalah seorang yang sangat sabar. Tidak saya temui seorang pun yang sesabar dia, tidak ada orang yang lebih bisa berpura-pura bodoh darinya, sebagaimana tidak ada orang yang lebih hati-hati daripadanya.

Tatkala Abu Bakar mengutus pasukan ke Syam, dia dan saudaranya Yazid bin Abu Sufyan berangkat ke sana. Tatkala Yazid meninggal dia ditugaskan untuk menggantikan saudaranya di Syam untuk menjadi gubernur. Umar mengokohkan apa yang ditetapkan Abu Bakar dan Utsman menetapkan apa yang ditetapkan oleh Umar. Utsman menjadikan Syam seluruhnya berada di bawah kekuasaannya. Dia menjadi gubernur di Syam selama dua puluh tahun dan menjadi khalifah juga selama dua puluh tahun.

Ka’ab al-Ahbar berkata: Tidak ada orang yang akan berkuasa sebagaimana berkuasanya Mu’awiyah.

Adz-Dzahabi berkata: Ka’ab meninggal sebelum Mu’awiyah menjadi khalifah, maka benarlah apa yang dikatakan Ka’ab. Sebab Mu’awiyah menjadi khalifah selama dua puluh tahun, tidak ada pem­berontakan dan tidak ada yang menandinginya dalam kekuasaannya. Tidak seperti para khalifah yang datang setelahnya. Mereka banyak yang menentang, bahkan ada sebagian wilayah yang menyatakan melepaskan diri.
Mu’awiyah melakukan pemberontakan kepada Ali sebagaimana yang telah disinggung di muka, dan dia menyatakan dirinya sebagai khalifah. Kemudian dia juga melakukan pemberontakan kepada al­-Hasan. Al-Hasan akhirnya mengundurkan diri. Kemudian Mu’awiyah menjadi khalifah pada bulan Rabiul Awal atau Jumadil Ula, tahun 41 H. Tahun ini disebut sebagai ‘Aam Jama’ah (Tahun Kesatuan), sebab pada tahun inilah umat Islam bersatu dalam menentukan satu khalifah. Pada tahun itu pula Mu’awiyah mengangkat Marwan bin Hakam sebagai gubernur Madinah.

Pada tahun 43 H, kota Rukhkhaj dan beberapa kota lainnya di Sajistan ditaklukkan. Waddan di Barqah dan Kur di Sudan juga ditak­lukkan. Pada tahun itu pulalah Mu’awiyah menetapkan Ziyad anak ayahnya. Ini -menurut ats-Tsa’labi- merupakan keputusan pertama yang dianggap mengubah hukum yang ditetapkan Rasulullah.
Pada tahun 45 H, Qaiqan dibuka.

Pada tahun 50 H, Qauhustan dibuka lewat peperangan. Pada tahun 50 H, Mu’awiyah menyerukan untuk membaiat anaknya Yazid sebagai putra mahkota dan khalifah setelahnya jika dia meninggal.

Mu’awiyah meninggal pada bulan Rajab tahun 60 H. Dia dimakamkan di antara Bab al-Jabiyyah dan Bab ash-Shaghir. Disebutkan bahwa usianya mencapai tujuh puluh tujuh tahun. Dia memiliki beberapa helai rambut Rasulullah dan sebagian potongan kukunya. Dia mewasiat­kan agar dua benda itu di diletakkan di mulut dan kedua matanya pada saat kematiannya. Dia berkata, “Kerjakan itu, dan biarkan saya menemui Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang!”.

Sumber: Tarikh Khulafa’
Sumber: www.kisahislam.com

Komentar»

1. kola - 2 Oktober 2007

tahats great

Hamba Allah - 6 September 2013

Abu Sufyan Bin Harb (ayah Muawiyah) bukanlah Abu Sufyan Bin Harist (sepupu Rasulullah). Abu Sufyan Bin Harist kendatipun saudara sepupu dan saudara sesusuan (sama-sama disusui oleh Bunda Halimatus Sa’diyah) pernah memusuhi Rasulullah, namun kemudian beliau masuk Islam sebelum fathu Makkah. sedangkan Abu Sufyan Bin Harb masuk Islam setelah Fathu Makkah, seandainya ia bisa membela diri maka tidaklah ia masuk Islam, dia keberatan Rasulullah berkuasa, kendati putrinya Ramlah (ummu Habibah) menikah dengan Rasulullah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi, sedang Rasulnya tidak mengetahui. Kenyataan sejarah Abu Sufyan Bin Harb pernah memusuhi Rasulullah, anaknya Muawiyah pernah memusuhi Ali (memberontak pada masa kekhalifahan Ali Bin Abi Thalib), Muawiyah juga menggusur pemerintahan Hasan Bin Ali dan Yazid Bin Muawiyah dalam masa pemerintahannya, melalui Ziyad telah membunuh Husain Bin Ali Bin Abi Thalib ( cucu kesayangan Rasulullah). Maka nafsu kekuasaanlah yang mendorong mereka berbuat ‘baik’ atau buruk, kelak Allah SWT yang mengadili dengan seadil-adilnya.

2. Andre Gunawan - 12 Desember 2007

Assalamualikum wr, wb. [Insyaf]
Ternyata tindakan , sifat dan cara pemerintahannya tidak seperti yang aku baca di Buku-buku schools aku lama..kontradiksi banget!! disana digambarkan sosok Mu’awiyah adalah musuh bebuyutan Amirul Mukminin “Sayidina Ali bin Abi Tholib” serta dengan bengis mengabisi nyawanya hanya demi memperoleh tampuk pemerintahan, dengan artian menjadi pemimpin utama barisan kaum Muslimin…..Aghh..! sekarang aku baru sadar, betapa mudahnya umat Rasulullah abad ini di kecohkan dengan keterangan yang palsu…..bagaimana ya menjadikan umat islam abad ini berpikiran jauh lebih kritis lagi…kayak Mu’awiyah yang selalu berhati-hati dalam bertindak……Waalaikum salam wr.wb

Achmad Ubaidillah - 1 Juli 2013

Bisa dimaklumi karena sejarah ditulis juga oleh orang2 yang pro dan kontra. Mestinya kita baca dari sumber2 yang netral yang takut hanya pada Allah Swt. dan dengan sumber yang akurat.

3. Andre Gunawan - 12 Desember 2007

Sekalian Mo ngucapin Mohon Maaf Lahir batin buat semua muslim nggak mandang batas teritorial…..(nggak papa kecepetan…mungkin aja gua lagi mudik lebaran ntar..jadi nggak ada kesempatan buat mijat tombol kibot gue……) semoga ukhuwah islamiyah islamiyah kita makin kuat…!! bring islam back!!!

4. syahril samad - 25 Mei 2008

buat andre gunawan walaupun terlambat
telaah kembali sejarah yg berhubungan dgn muawaiyah serta anaknya yazid, krn dari artikel diatas secara implisit menyatakan bahwa ia merebut kekhalifaan amirul mukminin ali bi abu thalib serta al hasan kw.
pembantaian para ahlul bayt terus berlanjut hingga kekhalifaan jatuh ditangan anaknya yazid bin muawiyah yang dikenang dalam sejarah sbg tragedi karbala pembantaian keluarga suci nabi muhammad
pesan : kaji kembali sejarah islam hingga temukan kebenaran
amin…………

5. gazza - 11 Juni 2008

para sahabat semasa berlakunya fitnah tidak saling kutuk mengutuk. bahkan antara ‘ali dan mu’awiyah sendiri juga tidak saling laknat melaknati antara satu sama lain. masing-masing berijtihad mencapai kebenaran. namun generasi yang datang kemudian dan jauh dari zaman fitnah tersebut sibuk mempersalahkan ‘ali atau mu’awiyah bahkan ada yang sanggup melaknat mereka.
ya, kaji dulu keutamaan para sahabat kesemuanya tanpa terkecuali seorangpun melalui al-quran dan hadith-hadith yang sohih sebelum bertindak melulu mengkritik atau melaknat mereka.
wallahu ak’lam.

abu dzar - 23 Oktober 2010

salam…
anda seperti mengkaji sesuatu tetapi sudah tahu akan jawapan nya…mksud sy,anda meletakkan keutamaan sahabat dahulu sblum mngkaji akn pribadi sahabat trsebut..jd kesimpulan dpt dibuat,,anda tidak akn nmpak cacat cela sahabat..

waallahualam..

nani622196226293 - 2 November 2013

Anda bijak dengan komen yang sejuk

6. APRIL - 2 September 2008

Saudaraku Gazza, anda harus belajar lagi mengenai sejarah islam ya…sayang..biar kamu pintar, biar kamu tahu yang benar
wassalam

7. Fairuz Fariz - 10 September 2008

mudah-mudahan penulis diberikan petunjuk dan diberi jalan yang benar oleh Allah SAW

8. Husein bin Zein - 14 Januari 2009

Ya jangankan Muawiyyah yang sangat terkenal ke sholehannya yazid saja kita harus jadikan panutan karena beliau adalah teladan umat ini dan bergelar amirul mukminin..insyaflah saudara-saudaraku yang mengingkari fadhail khalifah muawiyyah dan amirul mukminin yazid bin muawiyyah.

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

apa? kau setres? apakah masih dipuji yazid yang telah membunuh sayyidina husein dengan sesadis sadisnya dalam perang karbala?cucu kecintaan rosulullah SAW? dengan ratusan panah yang tertancap di tubuhnya serta kepala terpenggal dan ditancapkan diatas tombak? anda terlalu bodooooooooh !!!!!!!!!!!!!

khairul - 3 Juni 2013

salam sahabat , dimana agaknya barangkali otak mu, bila saat kamu berhujah memaki terus.. pendapat dan fahaman org lain .? Jelas… kamu hanya mengikut NAFSU KAMU Yang Semakin hari semakin BODOH.. Di hasut oleh IBLIS yg nyatanya lebih PINTAR dari Kamu..
SILAKAN PULA … Kamu dgr Akan Halnya SI IBLIS itu pula. Jadi ketua malaikat sekian lama, BERIBADAT SERIBU THN DILANGIT . KEMUDIAN SERIBU TAHUN LAGI DIBUMI. DICINTAI ALLAH jua dulu. SUDAHNYA DILAKNAT TUHAN gara2 enggan menyembah ADAM as. Tidak pula kamu mahu rasa kasihan , langsung tukar samaran kamu, PECINTA AZAZIL..inikan hanya pecinta ahli bait tepian sungai serupa kamu. Memecah belah perpaduan. umat muhamad. SAW.

edy - 3 September 2013

Apakah kita harus menghormati orang yang menyuruh membantai cucu Rosul saw ?

9. otong abdurrahman - 10 Februari 2009

sahabat-sahabat rosul adalah mansia pilihan (insan kamil/mukhtar), penuh tauladan, kalaupun ada kekuarangannya adalah semata hanya sebagai bacaan pelajaran tarikh belaka, untuk kalangan sendiri, wallohu’alam bisshowabb.

10. Hasan Al Jailani - 10 Februari 2009

untuk Husein bn Zein ….
pelajari sjarah islam dng baik, dr buku manakah anda membaca ttg kesalehan dan teladan umat.. apakah anda tahu kehidupan si yazid laknaatullah yang berfelimang dg dosa dan maksiat dan dia jg lah yg telah membunuh keluarga suci Rasulullah SAAW,
simaklah hadist berikut ini yg kurang lebih artinya ..
fathimah adalah anakku dan darah dagingku, barangsiapa yg menyakiti hatinya maka sama halnya menyakiti hatiku dan allah tidak akan meridhoi jikalau ada yg membuat hati Rasulnya gelisah..
Coba anda pikirkan baik2 seseorang yg sangat mencintai anaknya yg shaleh dan tauladan ummat di bunuh secara keji oleh seorang biadab pengecut, apakah ia akan merelakan begitu saja???

11. faris - 24 Februari 2009

saudara2ku, sebenernya kita gak usah berpecah belah karena masa lalu sejarah kekhalifahan, karena semuanya memang adalah sudah menjadi kehendak Alloh, apa yang telah terjadi adalah menjadi renungan bagi kita, yang lebih kita utamakan adalah persatuan umat, jangan sampe berpecah belah, karena kemunduran kaum muslimin salah satunya adalah karena perpecahan dan ketidak kompakan kaum muslimin. Wallohu a’lam.

kami - 23 Oktober 2010

tetapi kita dimnta oleh allah untuk mncari kbnaran….prpaduan tidak akn dicapai sekiranya trdapat kebathilan..

nani622196226293 - 2 November 2013

Kita harus menghormati pandangan orang lain, apakah yazid jahat atau baik, Allah yang tau. Lagi pula sejarah ditulis oleh para sejarawan yang kadang tidak netral.Muhammad Haekal menulis Sejarah Hidup Muhammad dengan ‘mengosongkan’ pikirannya seolah Ia bukan Muslim dan mengambil referensi2 yang akurat. Seorang penguasa yang sedang berkuasa kadang membuat sejarah bukab sebagai ‘History; tapi His Story.
Semoga Allah Swt selalu melindungi kita semua, Aamiin.

12. syaipullah - 24 Februari 2009

buat Hasan al-jailani…masya allah anda melaknat muslim yang lain dengan sebutan laknatullah, emang yazid kafir???/ Jangan melaknat sesama muslim dengan menagatasnamakan ahlil bait. Ahlil bait itu keluarga suci, so sikap dan tindakan mereka pasti juga suci. Bukan laknat melaknat. ada embel2 al-jailani lagi. malu dunk ma sulthonul awliya, namanya dicatut

acho - 13 November 2013

kl org yg membunuh sesama muslim apa namanya…..????
jika memuliakan org2 yg berbuat zalim apa namanya….???

13. Husein bin Zein - 11 Maret 2009

Untuk Hasan al Jailani….

Ahlil Bait emangmya siapa ? ana dari kecil ga pernah di ajarkan tentang apa dan siapa ahlul beit, wajar kalo ana juga punya pendapat berbeda karena sudah ada sebuah kitab yang sangat ilmiyah di terbitkan di Sudia Arabia dengan judul Yazd ibnu Muawiyyah Amirul mukminin…emang antum belum pernah baca ya??? disitulah terekam keutamaan-keutamaan Yazid bin Muawiyyah dan segala kesholehan pribadinya, cukup sekian….

kita... - 23 Oktober 2010

waduhhh…

sebegitu bodoh antum percaya akan kitab trsebut..
mnta antum husein zein baca sejarah kembali la….waduhhhh

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

e stres!!!ente tau ahlul bayt nggak?dia itu keluarga rosul faham????? apa ente lebih memilih yazid laknatullah yang telah membantai ahlul bayt sesadis sadisnya ketimbang keluarga rosul yg sangat dicintai rosul?????

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

apa ente gampang percaya sama kitab tersebut? ente tau nggak orang saudi arabia itu wahabi dan wahabi itu benci terhadap keluarga rosul? menurut saya anda perlu belajar lebih banyak lagi dan jangan sok ngerti tentang agama !!!!! FAHAM !!!!!

AL HAQQUL IMAN - 13 November 2013

Kesimpulan… Jgn segan menyatakan cinta qt pada ahlil bait rosul saaw hanya karna qt takut di bilang syiah..!!!
“” jika krna cinta pada AhLiL BAIT RoSUL aq di katakan seorang rofidhi (syiah) , maka saksikan wahai manusia dan jin bahwa aq seorang rofidhi (syiah) “”
(Kalam IMAM SYAFI’I rh)
qt ahlussunnah WAJIB cinta pada AHLIL BAIT… Mengenai yazid ,sudah nyata2 dia seorang yg pantas di laknat..! Seperti kalam imam ahmad bin hambal

14. edi ansari - 25 April 2009

Buat seluruh saudaraku….
agar smua keraguan kalian terjawab…
cari dan bacalah buku “ANTOLOGI ISLAM”…
disana semua keraguan kalian akan terjawab…
Insya ALLAH..
Buat saudaraku yang ber Syiah kpd Rasul,hati2 lah !!!!
karena konspirasi lama akan terulang kembali…
Semoga kita semua terlindungi…

15. Muhammad Fatih Haydir - 15 Juni 2009

Sahabat-sahabat Rasullulah adalah orang-orang istimewa yang mendapat langsung nur Muhammad SAW, Mereka r.a adalah murid2 yang diajar langsung oleh seorang Guru Besar yang menyempurnakan semua agama sehingga mustahil apabila antara Ali r.a dan Mu’awiyah r.a berebut kekuasaan hanya sebuah jabatan sebagai khalifah, mereka r.a lebih suka disebut sebagai hamba di hadapan Rasulullah. Oleh karena itu tidaklah bijak melaknat sahabat Rasullulah hanya karena satu atau dua referensi yang berpandangan sebelah mata. Afwan

16. arsy - 17 Juni 2009

ya, susah ya ceritain masa lalu, udah 14 abad lagi, yang baru zaman soekarno-soeharto aja banyak plintir-plintir sejarah apalagi masa lalu, biasa kalau penguasa mengarang sejarah dari Versinya merasa paling bener, kaya Muawiyah, atau kerajaan Arab saudi, bikin kita berpecah jadi 73 golongan, ya mereka itu asal mulanya… Ihdinashshirathal Mustaqiem

17. ubaidillah - 9 Juli 2009

shukran sheikh…. alhamdulillah. sebenarnya inilah kisah figure sifat sahabat yang sebenarnya,,, bukanlah seperti kisah yang di gembar gemburkan musuh2 islam… malah dalam kalangan muslimin pun ada yang terslah sangka akibat kekliruan fakta sejarah islam yang sebenarnya…

18. ade - 10 Juli 2009

Benar kata si arsy soal pembiasan sejarah.Penguasa selalu membukukan sejarahnya sesuci-sucinya. Rekaman sejarah itu subjektiv, tergantung siapa yang menyusunnya. Jangan heran, bahkan hadis-pun ada yang tidak dapat dipakai (dha’if)..

19. alexbarkah - 2 Oktober 2009

Islamnya Muawiyah setelah Fathul Makkah(yang disebut Nabi sebagai kaum Thulaqo),dan dia tetap tinggal di Mekkah sampai Rasulullah SAWW wafat.Bagaimana dia meriwayatkan hadis yg katanya didapat dari RasulullahSAWW dan yg lebih aneh lagi sebagai penulis wahyu,jelas sekali pemalsuan tampak disini.Terutama dia memusuhi Ahl-Bait Nabi diantaranya yaitu Imam Ali dan Imam Hasan Ass,yang mana dalam Al-Quran telah disucikan sesuci-sucinya,dimusuhi oleh Muawiyah sehingga Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib diracuni oleh isterinya sendiri karena mendapat bujuk rayu dari Muawiyah.Dan dia mengharuskan para Imam Jum’at untuk melaknat Imam Ali bin Abi Thalib sampai masa Umar Ibnu Abdul Azis baru dihapuskan.Karena dia berkuasa selama 20 tahun maka dia dg leluasa membuat hadis2 palsu dan memutar balikkan sejarah Rasulullah SAWW,serta kemudian mengangkat anaknya Yazid (laknatullah) sebagai penggantinya,dan mulai sejarah kekaisaran berlanjut.Sejarah ini jelas bagi para sejarawan Islam dan juga kaum Orientalistpun mengenal ini.Hanya orang2 yg tidak teliti dan tidak kritis bisa tertipu dg Muawiyah.

ayu - 9 Mei 2013

mantap penjelasannya….

denie - 31 Oktober 2013

benar kawan saya setuju dengan anda
salam ukhuwah islamiyah.

20. rudi - 4 November 2009

Untuk teman-teman seiman semuanya, mungkin hal ini akan lebih jelas lagi apabila teman-teman mempelajari dan membaca sejarah mengenai peristiwa Karbala dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudahnya yang mengiringi peristiwa Karbala tersebut. Untuk itu teman-teman perlu mendapatkan banyak referensi baik dari para ulama muslim maupun kaum orientalis untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda. Memang, kita tidak akan tahu yang pasti karena tidak ada di riwayatkan dalam Al Qur’an, namun dari beberapa referensi dan insyah Allah diberikan petunjuk oleh Allah SWT teman-teman akan mendapatkan petunjuk permasalahan sebenarnya. Intinya, kenapa Husein selaku keturunan Rasulullah SAW yang setiap shalat kita doakan harus menemui Rab-nya dengan jalan dibunuh oleh pasukan yang jumlahnya lebih besar dan muslim pula, semoga Allah memberi petunjuk, Amin.

21. Abiesuman - 7 November 2009

Assalamu’alaikum wr wb..

Semoga Allah senantiasa mencerahkan jiwa-jiwa hambaNya yang berusaha memperolah hikmah kebenaran.. Amiien.

Sejarah kekhalifahan islam berbicara melalui pena pena para ulama dan ahli sejarah. Berbagai sisi pandang, penafsiran dan sedikit banyak bumbu2 yang “memperindah” suatu pandangan (sisi keberpihakan)- yang diwariskan kepada kita- umat dipenghujung zaman ini, semakin besar pula kesenjangan akan perbedaan dalam pemahaman kita akan sejarah ini.

Sulit rasanya bagi kita untuk mengklaim kebenaran, karena sumber2 sejarah itu sendiri menyajikan banyak sekali kemungkinan penafsiran. Setelah melihat perbedaan, serta kemungkinan-kemungkinan dalam memandang sejarah kekhalifahan, memang ada baiknya kita merenung sejenak.. Menarik diri dari keberpihakan suatu pihak (baca: sunni-syiah) dalam memahami sejarah.

Para sahabat dikatakan sebagai generasi terbaik umat ini, namun mereka mencontohkan perbedaan pandangan bahkan peperangan.
Sama sekali bukan untuk mendiskreditkan keutamaan mereka, manusia-manusia yang ditunjuk Allah swt untuk menyaksikan turunnya wahyu dan menghirup udara bersama Rasulullah saw.
Namun sejarah dari sisi pandang manapun menceritakan adanya ketidak sepahaman diantara sahabat.

Mengkaji lebih lanjut, maka sosok Muawiyah adalah sebuah titik penting dimana perbedaan banyak dimulai dalam memposisikan ketokohan dirinya. (Walaupun sebenarnya sejak detik pertama Rasulullah saw wafat, umat sudah menunjukkan bibit-bibit perpecahan. Siapakah khalifah penerus beliau saw? Perbedaan paham sunni-syiah bermula dari hal ini)

Muawiyah, memperoleh kekhalifahan dari Al Hasan cucu rasul setelah pergolakan umat sampai ke tahap sangat kritis. Sehingga tahun dimana Muawiyah disebut sebagai “tahun persatuan” oleh kaum sunni. Dibawah kekuasaannya, Islam berkembang dan meraih banyak wilayah baru. Namun tidak sedikit tulisan sejarah yang berbicara mengenai kebijakan-kebijakannya yang menimbulkan pertanyaan mengenai kearifannya sebagai khalifah Islam.

Yang paling jelas, adalah membuat kekhalifan menjadi dinasti, meneruskan kepemimpinan kepada keturunannya. Sehingga dikenal dengan sebutan dinasti umayyah. Belum lagi jika kita berusaha mengkaji tentang peristiwa perang muawiyah dengan ali bin abi thalib r.a, wafatnya Al Hasan, tragedi karbala, dan lain-lainnya.

Sulitnya menentukan keberpihakan mengenai hal ini janganlah membuat kita berpecah.. Berapa banyak umat yang bersyahadat meninggal dalam keberpihakan ini.. Hampir 14 abad berlalu, dan Islam tak kunjung bersatu. Apa bekal yang akan kita bawa menghadap Rabb kita nanti? Hanya kepadaNya-lah kita memohon ampunan serta petunjuk.

Rasulullah saw membawa risalah Islam yang satu. Jangan sekat-sekati islam ini hanya dengan perbedaan sisi pandang. Berbeda boleh, namun jangan bertengkar. Saya cenderung mengikuti kearifan seorang sahabat, yaitu Ibnu Mas’ud r.a yang ketika melihat sebuah perbedaan lalu ia mengalah dan berkata,”Bertengkar itu semuanya jelek!”.

Wabillahi taufiq

Wassalamu’alaikum wr wb

suratno - 23 Februari 2012

amin

sayednoordin - 21 Januari 2013

abu sufian dan muawiyah ialah dua orang dari susur galur umayyah yang sangat memusuhi keturunan bani hasyim..tu kena ingat.

22. envi green - 20 November 2009

peristiwa sejarah yang kelam ini harus dijadikan pelajaran yang berharga jangan sampai peristiwa tersebut terulang lagi. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata.

23. INDRA - 15 Desember 2009

Mohon maaf, perlu juga kesamaan persepsi atas istilah sahabat. Karena hampir dirata-ratakan semua yang hidup semasa Rasulullah SAW dianggap sahabat, padahal kan ada juga musuh yang semasa. Khusus untuk Abu Sofyan dan keturunan, semasa Rasul hidup (sebelu Fathul Makkah), siapa yang paling keras menentang? Abu Sofyan, ketika Fathul Makkah, siapa yang dicari pasukan Muslim Madinah? Abu Sofyan. Mohon kiranya kita lebih arif dan bijak. Sebagai manusia tempat kesalahan saya mohon maaf, kepada ALLAH saya minta ampun.

24. sugiyanto - 17 Desember 2009

Bismillah
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mari persatukan perbedaan pendapat. Sejarah sudah berlalu dan menjadi pembelajaran buat kita yang ditinggalkan. Ketika beda jangan nafsu yang dikedepankan, tetapi akal pikiran. Cerahkan hati dengan banyak-banyak istighfar dan sambil terus mencari rujukan-rujukan lainnya akar kita semakin kaya dengan ilmu. Hanya Allah lah kebenaran dan kita berusaha untuk mencari kebenaran.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

25. lely - 2 Januari 2010

Kita semua para pencari kebenaran…AlQur’an lah warisan Rasulullah Saw yg terjaga keasliaannya hingga saat ini…semoga Allah selalu menjaga kita dari hasutan setan…amiin…

26. Hari - 12 Februari 2010

Fatimah putri rasul meninggal tidak beberapa lama setelah rasul meninggal, Saya pernah baca saat rasul berbaring karena sakit, Fatimah menangis, kemudian Rasul membisikan sesuatu, sehingga Fatimah tersenyum, Yang dikatakan oleh rasul adalah: Bahwa dari keluargaku engkau lah orang yang pertama menyusulku.
Zaman Rasul, beliau mempersaudarakan umat islam, anshar dan muhajirin,Sedangkan zaman utsman, ali dan bani umayyah…persaudaraan yang dibangun rasul cendrung berkurang, berganti dengan..kebanggan terhadap suku2 masing…Jika boleh mengambil sikap untuk kondisi saat ini, hal seperti zaman rasul lah yang harus kita teladani…yakni persaudaraan..muslim.Beberapa hal yng membuat putusnya tali persaudaraan adalah:”iri dan denki serta hasut”.Maka jika kalian teruskan perdebatan ini jangan di latari oleh 3 sikap tersebut…dan berserah dirilah kepada Allah.Zuhudlah…seperti doa Ali: Ya Allah jadikanlah dunia ini berada dalam genggamanku,tapi jangan sampai dunia ini masuk kedal hatiku..

27. Muthofar Hadi - 16 Februari 2010

Islam hanya satu yaitu islam, dan hanya saya yang mengatakan itu, namun di saat semua orang mengatakannya maka bingung juga ya, karena semua orang itu berbeda-beda. Lebih baik kembali ke diri sendiri saja bahwa islam itu hanya satu menurut saya yaitu islam.

28. Sugiyanto - 18 Februari 2010

Bismillah
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Mari persatukan perbedaan pendapat. Sejarah sudah berlalu dan menjadi pembelajaran buat kita yang ditinggalkan. Ketika beda jangan nafsu yang dikedepankan, tetapi akal pikiran. Cerahkan hati dengan banyak-banyak istighfar dan sambil terus mencari rujukan-rujukan lainnya akar kita semakin kaya dengan ilmu. Hanya Allah lah pusat kebenaran dan kita berusaha untuk mencari kebenaran. Perbedaan jangan menjadi halangan untuk bersatu dalam ukhuwah islamiah.Mari bergandeng tangan seiring sejalan menyongsong dunia Islam yang akan gilang gemilang jika kita bisa menyikapi perbedaan dengan arif.
Mohon maaf, bukan maksud menggurui tapi disinilah letak kelemahan kita : gampang diadu domba.
Mohon maaf pula jika tidak sependapat dengan pendapat saya. Jika tidak setuju lupakan saja dan anggap tulisan saya ini tidak ada.
Mohon maaf. Mohon maaf.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

29. RIYANTI - 21 Februari 2010

KALAO KT NGENTOT DIAM DIAM ALLAH TAU GAK YA……..????

denie - 31 Oktober 2013

ngentot sama ak saja pasti nikmat

30. Javad Al-Kadzim - 9 April 2010

Di dalam sahih muslim, dari riwayat Amir bin Saad bin Abi Waqqas daripada bapanya ia berkata: “Muawwiyah bin Abi Sufyan menyuruh Saad dengan berkata: Apakah yang menghalangmu dari mencaci Abu Turab (Imam Ali a.s.)?. Ia ( Saad ) menjawab: Ada pun telah diperingatkan kepadaku tiga kali di mana Rasulullah s.a.w.a. telah berkata ketiga-tiganya maka aku tidak akan mencacinya, kerana sesungguhnya ia adalah bagiku satu-satu yang paling aku kasihi dari seluruhnya. Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w.a. bersabda mengenainya di waktu baginda meninggalkan Ali r.a. di dalam beberapa peperangan, maka Ali r.a. telah berkata kepada baginda: “Wahai Rasulullah!, engkau tinggalkan aku (tidak ikut serta di dalam peperangan) bersama perempuan-perempuan dan kanak-kanak.” Rasulullah s.a.w.a. menjawab: “Tidakkah engkau redha bahawa engkau menjadi di sisiku kedudukannya sama dengan kedudukan Harun di sisi Musa kecuali sesungguhnya tidak ada lagi seorang Nabi sesudahku. Aku juga telah mendengar baginda bersabda di hari (perang) Khaibar: “Aku akan berikan besok panji-panji kepada seorang lelaki yang cintakan Allah dan Rasul menyintainya.” Ia berkata: Kami telah membentang kepadanya (panji-panji). Maka baginda bersabda: “Panggillah Ali untukku.” Kemudian Ali telah datang dengan mata yang sedang sakit, maka baginda telah meludah ke dalam kedua belah matanya dan menyerahkan panji-panji kepadanya dan Allah s.w.t. telah memberikan kemenangan di dalam tangannya. Sewaktu turun ayat ini: “Katakanlah kepada mereka, marilah kita mengajak anak-anak kami dan anak-anak kamu, perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kamu, diri-diri kami dan diri-diri kamu kemudian kita bermubahalah. Rasulullah s.a.w.a. telah memanggil Ali, Fatimah, Hassan dan Hussain dan berdoa: Ya Allah tuhan kami, mereka itulah Ahlul Baitku”[1].

31. Javad Al-Kadzim - 9 April 2010

“ya Ali tidak akan mencintaimu kecuali mu`min dan tidak akan membencimu kecuali munafik” (HR Muslim)
Karena Muawiyah membenci Ali jadi menurut hadist di atas Muawiyah munafik!

wahyu - 8 Juni 2010

betul juga…

32. isna - 26 April 2010

makasih..

33. agusss - 7 Juni 2010

wew,,,,,,,,,,,,penuh insan historis. mantab,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

34. wahyu - 8 Juni 2010

Sahabat Rasulullah yg di jamin oleh Allah ada 10..salah satunya Ali bin Abi Thalib…

35. AGUSSS THE TECTONIC - 10 Juni 2010

nama nya berdosa tetap ada balasan. jangan menutupi perbuatan dosa. cari sikap terbaik, yang baik kita ambil dan yang bathil kita jauhi dan dijadikan pelajaran buat kita.
ingat yang maksum hanya MUHAMMAD.

36. Javad Al-Kadzim - 13 Agustus 2010

عن عبد الله بن عمرو قال كنت جالساً عند النبي صلى الله عليه وسلم فقال يطلع عليكم من هذا الفج رجل يموت يوم يموت على غير ملتي، قال وكنت تركت أبي يلبس ثيابه فخشيت أن يطلع، فطلع معاوية

Dari Abdullah bin Amru yang berkata aku duduk bersama Nabi SAW kemudian Beliau bersabda ”akan datang dari jalan besar ini seorang laki-laki yang mati pada hari kematiannya tidak berada dalam agamaKu”. Aku berkata “Ketika itu, aku telah meninggalkan ayahku yang sedang mengenakan pakaian, aku khawatir kalau ia akan datang dari jalan tersebut, kemudian datanglah Muawiyah dari jalan tersebut” [Ansab Al Asyraf Al Baladzuri 2/120-121]

37. sani - 3 Desember 2010

hanya allah yang lebih mengetahui apa yang benar disebalik kejadian ini

38. oon loro utek - 18 Desember 2010

:D,

seru – seru,
q g mau tanya sp yg bener, tp q mau tanya sp yg menang?

yg menang setan kali…

klo dah ngaku islam ko’ mempertahankan sebuah keyakinan masih memakai emosi….

q hanya berpesan jngn hanya lihat dr apa yg terlihat, tp coba lihatlah apa yg melatar belakangi sesuatu yg terlihat tsb.

masih ingatkah ttg cerita nabi khidir?:D,

sebuah perebutan kekuasan dlm komunitas masyarakat adlh hal yg biasa, krn tiap orang punya visi dan misi yg berbeda

dan q rasa kejadian perang shiffin dan jamal merupakan perbedaan visi dan misi. bukan karena emosi sesaat para pemimpin ketika itu.
apakah kita tega bilang pemimpin saat itu Egois hingga mengorbankan banyak nyawa kaum muslimin? klo q g mungkin bilang kayak gt krn q orang yg mengikuti nabi SAW, keluarga beliau, sahabat yg setia mengorbankan apapun yg dimilikinya demi Allah dan rosulnya dan orang sholeh yg mampu menjaga iman islamnya. shollu ‘alan nabi wa ‘ala ‘alihi wa sohbih

kita udah 14 abad hidup setelah itu, makanya kejadian seperti itu jngn terulang.

ajaran islam penuh keindahan :)
what a beautiful islam :)

39. ridho - 6 Februari 2011

mari kita mencari kebenaran.,bukan pembenaran.

40. immie - 18 Maret 2011

Buat saudaraku sekalian…
Benar sekali satu persatu kebenaran harus di cari,namun ketidakbenarhan itu harus juga diperhalusi agar kita dapat membutunya kembali. Lantas kebenaran itu tegak berdiri..Amin.

41. Muhibbin - 6 April 2011

Jadi sebaiknya gimana ya?

42. MUTIA - 27 April 2011

AKHIRNYA DAPAT JUGA PRnya

43. soleh - 18 Mei 2011

semunaya berpulang pada diri kita masing
banyak debat, membuat kita lupa dzikrullah

44. nabil - 25 Juni 2011

saya rasa sifat nya mmg btul tpi haru s mengkajinya dulu k……. :) :*

45. Javad Al-Kadzim - 2 Agustus 2011

Memang Muawiyyah mati dalam keadaan kafir! Dia penghujat ahlul bayt nomor 1!

46. Bodrex top - 21 Agustus 2011

lebih baik kembali kesejarah,kita lihat lagi kematian IMAM HUSEAN AS BIN ALI AS atas perintah siapa biar lebih jelas

47. Quidam - 12 Oktober 2011

Kenapa kita harus ribut tentang permasalahan yg suadah usang, bukankah masih banyak saat ini yg menjadi PR bagi umat islam. jadi mari kita benahi diri kita masing2, sudahkah kita perhatian kpd saudara2 muslim kita yg harus kita bantu……wallahua’lam.

48. harjunaku - 12 November 2011

Kesalahan Muawiyah :
1. Dia ingin jadi balas dendam kepada Kaum Khawarij/pemberontak yang membunuh Khalifah Usman bin Affan ra.
2. Dia mengangkat anaknya(yazid) jadi Khalifah, sedangkan Khalifah sebelum selalu dipilih oleh kaum muslimin (mungkin kayak PILPRES gitukah).
3. Melanggar perjanjian dengan imam HASAN bin Ali ra, yg berisi : halifah akan diserahkan ke Imam Hasan dan Kaum Muslimin setelah Muawiyah meninggal.

49. Taufik - 10 Desember 2011

Bismillahirrohmaanirrohiim
Segala puja dan puji bagi Allah, yang tiada illah selain Dia,,Solawat serta salam tercurah kepada Nabi Muhammad Rosulullah Sholaullahu alaihi wasallam dan keluarganya.

ama ba’du

Buat Saudaraku semuanya,,,
Ambillah pelajaran Dari para Khulafaurrasyidin dan para Sahabat Rasulullah Sholallaahualaihi wassalam.

Rapatkanlah Barisan Kalian, maafkanlah kesalahan saudara kalian, sungguh Islam adalah agama yang Haq, tiada keburukan didalamnya sedikitpun jika kalian mau melihat dan mempelajari dengan baik tanpa hawa nafsu.

Abu Sa’id al-Khudri berkata, “Suatu ketika Rasulullah Sholaullahu alaihi wasallam berkhutbah di hadapan manusia dan berkata,

” Sesungguhnya Allah telah menyuruh seorang hamba untuk memilih antara dunia atau memilih ganjaran pahala dan apa-apa yang ada di sisiNya, namun ternyata hamba tersebut memilih apa-apa yang ada di sisi Allah.”

Ambillah pelajaran dari masalalu karena itu juga bagian dari ketentuan Allah Yang Maha Agung, bukan hanya untuk kaum mukmin tapi untuk seluruh manusia.
Ingatlah bahwa Rasulullah menyayangi kaum mukmin.

Pelajaran pada zaman Khilafah menuju ke zaman kerajaan. salah satunya adalah bagaimana caranya mengetahui, mengamati dan mengambil tindakan nanti jika musuh menyamar sebagai orang mukmin, yang kemudian dia akan menghasut, berdusta dan mengadudomba kaum mukmin hingga kalian terpecah belah, seperti saat ini, kalian dilahap satu persatu, negeri demi negeri, sampai kiranya nanti kalian akan tercengang dan kaget ketika mereka sudah tiba di pintu-pintu masuk kota Makkah dan Madinah.

Semoga Allah merahmati kita semua dan menolong kita dari kesulitan ini,,, Amiin

50. siganteng - 15 Desember 2011

saya yakin kalau khalifah yg 4 itu semua baik2, tp untuk muawiah saya tidak yakin, dia dengan seenaknya merubah cara pemilihan khalifah dengan turun temurun bukan dari pemilu, koplak

51. tuyul - 26 Desember 2011

ohhh muawiyah yg jualan beras ya,, saya rasa doi baik baik aja deh…
dah ga sah ributlah, mendingan kita rapatkan barisan.. trs makan baso dah

52. anti radikal - 26 April 2012

o…. ternyata muawiyah ??? tapi apa riwayat pada blog ini telah di rujuk sehingga kebenaran dan kesalahannya telah di ketahui ??? kalo menurut aku sich jangan membandingkan sahabat nabi, kita harus tau dulu apa sich definisi sahabat nabi baru kira bisa berkomentar… kalo saya sich milih sahabat dengan keluarga lebih memilih keluarga, soalnya ilmu kita tu di yakini dan di dukung oleh keluarga… apakah teman2 kita yang lebih dahulu mendukung kita (barangkali bisa membuat kita down)… jadi jangan membandingkan sesuatu apapun itu dengan Allah swt dan keluarga nabi saww. secara keluarga nabi tu dah keluarga pilihan, jadi tidak ada tandingannya walau pun dengan siapapun di dunia ini !!!!

53. al jahanamiyin - 28 April 2012

salam alaikum wr wb gw bkn orang syi’ah…..tapi gw sedih klo ada dari ahlusunah mengatakan syi’ah kafir.

denie - 31 Oktober 2013

bagaimana g kafir mas?? lha wong imam ali disamakan dengan tuhan.

54. Ben Rizal - 22 Juni 2012

Barang siapa membenci sahabat Rasulullah berarti dia membenci Rashulullah

55. Ali Al Mujtaba - 13 September 2012

Ane Ali Al Mujtaba bermubahalah “Syiah Ali adalah ajaran Islam yang paling murni berasal dari Rosul melalui ahlul baytnya yang suci” Yang menyatakan syiah Ali sesat maka dialah yang sesat dan yang menyatakan syiah Ali kafir maka dialah yang kafir! Jika pernyatan ane ini salah maka ane akan dikutuk Alloh dengan hukuman yang sepedih-pedihnya mulai detik ini juga sampai akhir hayat ane! Percayalah bahwa ente penghujat syiah itu anda telah memusuhi Alloh, Rosul, dan ahlul baytnya yang suci!

Abu Husain Abdullah - 13 Oktober 2012

apa kbr ali al mujtaba?

56. Abu Husain Abdullah - 13 Oktober 2012

bagi yg mendukung mu’awiyah dan mengkafirkan ‘ali maka ia termasuk khawarij dan mu’tazilah, namun bagi yg mendukung ‘ali dan mengkafirkan muawiyah, maka dialah Syiah. Dan yg pertengahan adalah Ahlussunnah wal jama’ah, yg menyikapi peristiwa ini adlh sbg masa fitnah, di mana keduanya ridhwanullahi ajmain telah berusaha berijtihad, dimana ‘ali mendapat dua pahala krn lebih mendekati kebenaran dibanding mu’awiyah, namun mereka semua adalah tetap muslimin.
krn Rasulullah bersabda, yg kurang lebih bunyinya : adalah sebab Hasan ibn ‘Ali yg menyatukan dan mendamaikan dua kelompok besar kaum muslimin yg bertikai…….

maka bagi kita, ingin di posisi mana???

57. suci - 16 Oktober 2012

belajarlah dari buku di perpustakaan. Jgn belajar dari toilet. Supaya yg keluar dari mulut bukan sampah berbau busuk.

Keluarlah anda dari mahzab rafidhah. Itu milik yahudi. Atau anda memang yahudi. Anda pikir, siapa yg berjasa mengislamkan org2 sampai ke india kalau bukan muawiyah? Mana bukti kalau muaiwiyah memberontak? Dia cuma menuntut darah utsman. Anda jangan lebay, wahai ZINDIQ

58. Javad Al Kadzim - 27 Oktober 2012

Jelas sekali Muawiyah adalah manusia la’nat pencaci maki ahlul bayt rosul yang suci!

59. Javad Al Kadzim - 27 Oktober 2012

Ane Javad Al Kadzim meminta keadilan dari Alloh dengan mubahalah ane Jika Muawiyah mati dalam kedaan Islam maka ane akan dihukum Alloh dengan siksaan yang sangat pedih mulai detik ini sampai akhir hayat ane. Jika hal ini tidak terjadi maka Muawiyah dan pengikutnya adalah musuh Alloh, Rosul, dan ahlul baytnya yang suci!

indrandoe - 20 November 2012

sudahlah, liat Al Fath Ayat 29 sajalah, jangan menghakimi para sahabat biar Allah yang menentukan segalanya untuk mereka, kita yang menghakimi mereka padahal kita tidak lebih baik dari mereka, coba sebutkan seekor manusia manakah yang menyamai para sahabat? karena sahabat adala manusia pilihan.

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

ane setuju,tapi ane bukan syiah,ane masih mencintai sahabat rosul tetapi tidak semua yang bersama rosul itu bisa dibilang sahabat, termasuk muawiyah !

60. bib - 15 November 2012

Omong kosong dia dan turunanx dilaknat Allah azza wa jala. ….allah huma sali ala muhamadin wa aliy muhamad

61. gifarry - 25 November 2012

Urusan politik adalah urusan politik tidak ada sangkut pautnya dgn agama. Awalnya dr simpatik timbul ideologi agama baru yakni ideologi syiah. Lebih baik kita menyiapkan diri menghadapi Allah

62. NOVA - 13 Desember 2012

Ini sejarah atau dongeng sich ? gerenasi khalifa rosidin tidak ada penunjukan langsung seorang pemimimpin, cuma ada dijaman muawiyah saja (Pada tahun 50 H, Qauhustan dibuka lewat peperangan. Pada tahun 50 H, Mu’awiyah menyerukan untuk membaiat anaknya Yazid sebagai putra mahkota dan khalifah setelahnya jika dia meninggal) jadi kita tau muawiyah itu seperti apa? artkel ini tidak sesuai dengan sejarah yang sengguhnya

63. bamz - 18 Februari 2013

buat apalah tau kalau hanya untuk saling menyalahkan,,,,,atau menjatuhkan,,,,,,saya lebih setuju ambil yg manfaat tgalkan yg tidak tanpa mnghinax,,,bukankah sama2 pernah bersyahadat? tegax menghina,,,

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

kalau bersyahadat tapi akhir2nya munafik gimana? itu malah bisa menghancurkan umat dari dalam dan dosanya lebih parah daripada orang musyrik !!!

64. Jumhank - 24 Februari 2013

Jangan pada kalam farigh deh !!!. mendingan pada belajar dulu sono yang bener, benahi pemikiran2 takfiri, jangan saling kafir mengkafirkan, ….

65. hadid - 4 Mei 2013

diskusi atau debat silahkan saja namun tetap ada adab adabnya…diantaranya jangan berucap kasar

66. afs - 22 Mei 2013

Rasulullah bersabda ; Ali bersama Al-Quran dan Al-Quran bersama Ali.Rasulullah tak sebut seorang pun manusia selain dari Ali termasuklah 3 khalifah yg pertama.salawat..

Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

maksudnya?antum anti terhadap 3 khalifah tersebut?

67. Habib Ali Baharun pecinta ahlulbayt - 24 Mei 2013

INTINYA TIDAK SEMUA YANG BERSAMA NABI BISA DIKATAKAN SAHABAT,TERMASUK MUAWIYAH !

68. rahamn - 5 Juni 2013

beruntunglah orang2 yang hidup dizaman Rasululla!!!

69. ardhani - 13 Juni 2013

sayyiduna ali adalah gambaran seorang imam yang sangat zahid sementara mu’awiyah lebih mengedepankan akal,….maka pastilah berbeda cara mereka memerintah. adapun kenapa terjadi gesekan antara mereka adalah karena ulah orang munafiq yang meng inginkan Islam hancur, maka bersatulah dan fahami sejarah secara konferhenshif

70. ME - 16 Juli 2013

Semua muslim yang hidup satu masa dengan Rasulullah masuk dalam golongan sahabat dan mendapat gelar RA. Yazid sendiri tidak satu masa dengan Rasul, maka bukan termasuk sahabat dan tidak bergelar RA.

peristiwa besar semasa pemerintahan Yazid adalah terbunuhnya Al Husein RA dan penyerbuan ke Makkah. Adapun sosok Yazid sendiri ada yang membenci tapi ada juga yang mencintai. Yazid tidak dikenal sebagai orang shalih maupun orang yang gemar menampakkah maksiat.

Pendapat yang benar adalah apa yang dikatakan oleh para imam (Ahlus Sunnah), bahwa mereka tidak mengkhususkan kecintaan kepadanya dan tidak pula melaknatnya. Di samping itu kalaupun dia sebagai orang yang fasiq atau dhalim, Allah masih mungkin mengampuni orang fasiq dan dhalim. Lebih-lebih lagi kalau dia memiliki kebaikan-kebaikan yang besar.

Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan bahayanya melaknat dan mengabarkan bahwa siapa saja yang melaknat orang yang tidak pantas untuk dilaknat, maka hukum laknat ini akan kembali kepadanya.

Oleh karena itu tidak boleh melaknat seorang muslim baik dia telah mati apalagi jika dia masih hidup. Karena melaknatnya berarti menjauhkan dia dari rahmat Allah dan itu sama saja dengan menghukuminya sebagai orang kafir atau memastikan dia masuk dalam neraka, sementara hanya orang kafir yang dijauhkan dari rahmat Allah dan dipastikan masuk neraka

“Seorang mukmin bukanlah orang yang sukamencela, melaknat, berperangai buruk, dan mengucapkan ucapan yang kotor.” (HR. At-Tirmizi no. 1977 dan dinyatakan shahih oleh Al-Wadi’i dalam Ash-Shahih Al-Musnad: 2/24)

“Janganlah kalian mencela orang yang telah meninggal karena mereka telah sampai (mendapatkan) apa yang telah mereka kerjakan”. (HR. Al-Bukhari no. 1306)

71. lalu raditya - 2 Oktober 2013

sejarah bisa disesuaikan dgn selera penguasa, Hasan & Husain adalah hamba Alloh, semoga Alloh selalu merahmati keduanya. muawiyah yg membunuh…..?

72. denie - 30 Oktober 2013

yang ak tau selepas umar brkata “ini(muawiyah) adalah raja arab”, setelah itu beliau mencopot muawiyah menjadi gubernur syam karna gaya hidupnya yang glamor, dan digantikan oleh saad bin abi waqqas.

73. denie - 30 Oktober 2013

bukankah muawiyah melaknat ali setiap shollat jum’at?? dan itu berlangsung selama kekuasaan bani umayah lebih kurang selama 90 tahun, maaf saya bukan syiah tapi saya tahu siapa muawiyah itu…

74. denie - 31 Oktober 2013

saya temasuk yang mencintai ahlul bait nabi, tetapi tidak berlebihan.
ingat rosululah pernah bersabda “wahai ali sepeninggalku nanti ada sekelompok manusia menyanjungmu yang tidak ada padamu, bila enhkau bertemu mereka maka bunuhlah”


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: