Umar Bin Abdul Aziz 29 November 2006
Posted by Muslim in Islam, Kisah, Kisah Islam, Kisah teladan, Muslim, Nabawiyah, Sejarah Islam, Sholeh, Siroh, Siroh Islam, Ulama, Ulama Islam, www.mediamuslim.info.trackback
MediaMuslim.Info - Seorang Tabiin terhormat. Dia mendapat gelar Khalifah Rasyid yang ke lima karena memerintah sesuai dengan sistem Khulafaur Rasyidin. Dia naik tahta setelah Sulaiman bin Abdul Malik. Muhammad bin Ali bin Husain mengatakan tentang dirinya, “Kalian tahu bahwa setiap kaum memiliki orang yang yang menonjol? Yang menonjol dari Bani Umaiyah adalah Umar bin Abdul Aziz. Saat dibangkitkan di hari kiamat kelak, merupakan satu kelompok tersendiri.”
Menuntut ilmu
Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu pada saat usia masih kecil. Walapun begitu dia sudah bergaul dengan para pemuka ahli fikih dan ulama. Pada masa itu juga pernah menjabat gubernur Madinah sebentar.
Dibaiat menjadi khalifah
Dia dibaiat menjadi khalifah setelah wafatnya Sulaiman bin Abdul Malik, sedang dia tidak menyukainya. Oleh karena itu dia mengumpulkan orang-orang di mesjid untuk salat berjamaah lalu berpidato. Setelah menyampaikan pujian kepada Alloh dan bersalawat kepada Nabi, dalam pidatonya dia mengatakan, “Wahai manusia! Saya telah diuji untuk mengemban tugas ini tanpa dimintai pendapat, permintaan dari saya, atau musyawarah kaum Muslimin. Maka sekarang ini saya membatalkan baiat yang kalian berikan kepada diri saya dan untuk selanjutnya pilihlah khalifah yang kalian suka!” Tetapi orang-orang yang hadir dengan serempak mengatakan, “Kami telah memilih engkau wahai Amirul Mukminin. Perintahlah kami dengan kebahagiaan dan keberkatan!” Setelah itu dia lalu menyuruh semua orang untuk bertakwa, untuk tidak menyukai dunia dan menyukai akhirat, kemudian berkata, “Wahai manusia! Barang siapa menaati Allah, wajib ditaati, siapa yang mendurhakai-Nya tidak boleh ditaati oleh seorangpun. Wahai manusia! Taatilah saya selama saya menaati Alloh dalam memerintamu dan jika saya mendurhakai-Nya tidak ada seorangpun yang boleh mentaati saya.” Lalu dia turun dari mimbar.
Percakapan antara dia dengan putranya setelah menjadi khalifah
Sesampainya di rumah, Umar pergi ke tempat tidur untuk istirahat. Tetapi belum sempat membaringkan badannya, putranya, Abdul Malik datang menghampirinya. Ketika itu berumur 17 tahun. Dia mengatakan, “Apa yang hendak engkau lakukan wahai Amirul Mukminin?” “Oh putraku, aku hendak istirahat sebentar, dalam tubuhku tidak ada kekuatan lagi.” jawab Umar. Abdul Malik berkata lagi, “Apakah engkau istirahat sebelum mengembalikan hak yang dirampas dengan jalan curang kepada yang punya?” Umar menjawab, “Putraku, tadi malam saya bergadang untuk mengurus pamanmu, Sulaiman dan nanti waktu Zuhur saya akan salat bersama orang-orang dan insya Allah akan mengembalikan hak-hak yang diambil secara curang itu kepada yang punya.” Abdul Malik berkata lagi, “Siapa yang bisa menjamin dirimu akan hidup sampai Zuhur wahai Amirul Mukminin?” Serta merta Umar berdiri, lalu mencium dan merangkul anaknya, serta mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah mengeluarkan dari tulang rusukku seseorang yang menolongku dalam beragama.” Seketika itu juga dia memerintahkan untuk menyeru semua orang, bahwa barang siapa pernah dicurangi oranglain, agar melapor. Umar pun mengembalikan hak-hak yang dirampas dengan curang itu kepada yang punya.
Keadilannya
Umar pernah mengumpulkan sekolompok ahli fikih dan ulama dan mengatakan, “Saya mengumpulkan tuan-tuan ini untuk meminta pendapat mengenai hasil tindak curang yang berada pada keluargaku.” Mereka mengatakan, “Itu semua terjadi sebelum masa pemerintahanmu. Maka dosanya berada pada yang merampasnya.” Umar tidak puas dengan pendapat itu dan mengambil pendapat kelompok lain, di dalamnya termasuk putranya Abdul Malik yang mengatakan kepadanya, “Saya berpendapat, hasil-hasil itu harus dikembalikan kepada yang berhak, selama engkau mengetahuinya. Jika tidak dikembalikan engkau telah menjadi patner mereka yang merampasnya dengan curang.” Mendengar itu Umar puas dan langsung berdiri untuk mengembalikan hasil-hasil tindak kecurangan itu.
Wafatnya
Masa pemerintahannya hanya berlangsung sebentar. Hanya dua tahun setengah. Dia menemui Tuhan dalam keadaan adil kepada rakyatnya.






beliau idola saya setelah Rosululloh dan khulafaturrosyidin. Subhanalloh!!! andaikan pemimpin kita sekarang seperti beliau, InsyaAlloh umat Islam akan mengulang kembali masa kebangkitannya. setiap didengungkan masa keemasan islam nama beliau tak pernah tertinggal, Ya Alloh jadikan pemimpin kami orang yang mampu meneladani kepemimpinan beliau… amin ya roobal alamin
Untuk sekalian umat muslimin sejagat raya, saya adalah saudara kalian semua yang merindukan kepemimpinan seperti kepemimpinan Rosulullah, Khulafaurrosyidin dan Umar bin Abdul Aziz. Betapa bahagianya umat manusia kalaulah ada pemimpin yang baru lahir di tengah-tengah kitan seprti beliau-beliau semua.
segala puji bagi Allah yang telah menurunkan seorang pemimpin yang patut untuk diteladani seperti beliau. alangkah indahnya dunia ini andai saja setiap pemimpin di dunia ini bisa meneladani kepemimpinan beliau….semoga rahmatNya selalu tercurah kepada beliau dan kaum muslimin seluruhnya….amin
segala puji bagi Alloh yang telah menciptakan manusia yang amat mulia ini, segala kelakuan dan akhlaknya sangat mulia, kapan negara kita ini mendapat pimpinan yang agung ini. semoga kita di hari kiamat nanti di bariskan bersama beliau. beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana dan luar biasa dalam menghadapi masalah.
AllahuAkbar!!!indahnya islam…. andai di akhir zaman ini,ada pemimpin yang mengenalinya dan masih ada pemimpin yang ingin mencontohi umar abdul aziz,alhamdulillah..smoga kita bakal menjadi pemimpin yang dapat mencontohi beliau…amin…
semua dimulai dari diri kita masing2, dan selanjutnya kita serahkan kepada sang penguasa yang penuh belas kasih, kita ingin dikaruniai pemimpin yang adail andaikata kitapun bisa mengadili diri kita sendiri, bersusah payah, sungguh2 dalam berdoa, senantiasa memperbaiki diri,dan hidupkan dakwah dari dalam diri, dan yang terakhir berserah dengan keikhlasan serta husnudzon sepenuhnya kepada Alloh yang menggenggam alam semesta….amin
ya allah engkau telah menghadiahkan kepada umat ini seorang pemimpim yang mulia,
ya allah sekarang kami berharap agar kami dan pemimpin negeri muslim dapat meneruskan kepemimpinannya
sampai beberapa hari setelah diangkat menjadi khalifah beliau dikabarkan tidak bisa tidur dengan tenang karena selalu mencucurkan airmata sambil berkata “ah, betapa berat ujian Allah kepadaku.” Beliau takut di akhirat akan mendapat tuntutan orang yang tidak dapat beliau lindungi dan sejahterakan pada saat beliau menjabat.
apakah ada pemimpin kita saat ini yang ‘takut’ dengan jabatannya seperti itu? atau malah bersyukur saat mendapat jabatan?
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan seorang pemimpin yang adil dan bijaksana shg bisa menjadi suri tauladan bagi para pemimpin di negeri ini, apa yg bisa kita petik dari kisah ini adalah bahwa kita senantiasa utk saling zhalim thd sesama manusia menempatkan hak & kewajiban kita tanpa merampas hak orang lain. Dosa terhadap manusia lebih sulit diampuni Allah SWT krn terlebih dulu hrs mendapat maaf dari manusia yg pernah kita zhalimi, bagaimana kejahatan terhadap publik seperti korupsi, pemimpin yg membunuhi rakyat semaunya demi kepentingan politiknya tentu diakhirat dia akan mengalami kebangkrutan akibat merampas hak org banyak. bayangkan apabila 1 juta orang menuntut satu persatu, tentu di persidangan Akhirat akan memakan waktu yg sangat panjang & nantinya akan menjalani qishas ribuan kali… seperti Firman Allah SWT yg berbunyi : Apakah engkau mengira orang yang mengurangi timbangan dalam perniagaan akan dibiarkan begitu saja, seolah mereka tidak akan dibangkitkan kembali pada hari yang akhir…..
Semoga Kita semua dapat meneladani Beliau..serta Indonesia secepatnya di karuniai Pemimpin seperti Beliau.Amin
namanya juga mengingatkan saya pada ustad saya….
semoga beroleh ketauladan daripada beliau
sejarah bermanfaat untuk merancang kehidupan masa depan, semoga kita mendapat gambaran tntang keteguhan, kekokohan sikap dan kepahlawanan layaknya generasi islam yang penuh kebanggaan. kita menyaksikan aksi syahadah yang penuh nilai- nilai keperwiraan dan perjuangan
subhanallah…
Allahu Akbar luar biasa sekali perjalanan hidup Umar bin Abdul Aziz
aku adalah hamba ALlah yang mengnginkan kehidupan bersama rosululloh, khulafaur rasyidin, dan umar bi abdul aziz. akan datang suatu masa yang akan mengantarkan kita ke gerbang islam bersama mereka. hidup dalam naungan islam.
beditu seharusnya pemimpin. Mana ada zaman sekarang pemimpin kayak gitu yang ada yaaa pemimpi…..he…he
assalamualaikum…….
kawan….andaikata aku hidup di zamannya tentulah aku akan ragu seperti aku ragu pada pemimpin islam sekarang…..
semog Allah benar
saya rindu pemimpin seperti umar bin abdul aziz….mungkinkah Allah emunculkannya pada saat ini..?
Subhanallah,adakah pemimpin seperti beliau di Indonesia,Semoga masih ada harapan Tuk merindukan kepemimpinan beliau
yaya……….memek
ya Allah sungguh hanya kepada engkaulah orang – orang mukmin bersujud dan mengadu akan kehidupan dunia yang membuat mereka kadang terlupakan akan kehidupan akhirat, maka ajarilah ilmu mu yang engkau berikan kepada ali bin abi tholib pada ku dan keberhasilan yang engkau berikan kepada umar ibn abdul aziz untuk kembali menegakan ajaran mu ya Allah…….. jadikanlah aku hamba yang berguna bagi tegaknya agama mu yang mulai runtuh sebagai mana sallahuddin al ayubi berusaha tetap menegakan ajaranmu di saat umat islam terpecah dan orang – orang kafir berkuasa …… Amin. untuk ewe – 21 – oktober – 2008 semoga Allah mengampuni anda karena saya tidak bisa menerima penghinaan anda terhadap agama saya ….. suatu kehormatan bagi saya bisa mengirimkan orang seperti anda ke NEREKA bersama IBLIS………
assalamu’alikum…saudaraku.
takdir bani umayah memiliki umar bin abdul aziz dan kita hany bisa berdo’a agar kita memiliki takdir yang bisa mempertemukan kita dengan pemimpi seperti umar. semoga……amin 1000000000x
assalamu ‘alaikum
mudah-mudahan Allah azzawajalla menjadikan kita dan pemimpin kita menjadi seorang yang bertaqwa kepada Allah azzawajalla.
mungkin ketika itu, rakyat kholifah umar bin ‘abdul ‘aziz adalah rakyat yang ta’at kepada Allah azzawajalla, sehinga Allah azzawajalla memilihnya sebagai seorang pemimpin bagi rakyatnya.Dan merupakan sebuah pandangan yang tidak berat sebelah, bahwa pemimpin/peguasa adalah cermin dari rakyatnya, apabila rakyatnya baik dan senantiasa ta’at kepada Allah, maka Allahpun akan memilihkannya pemimpin yang baik dan adil, begitu pula sebaliknya..
dan merupakan tugas pribadi kita untuk selalu menjadi pribadi yang ta’at kepada Allah azzawajalla agar supaya diberikan oleh Allah azzawajalla pemimpin yang sesuai dengan kriteria beliau.
“sesungguhnya Allah azzawajalla tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itu mau merubah apa yang ada pada diri mereka.”
Wallahu a’lam
bismillah.
untuk hamba Allah..
semoga Allah menunjukimu atas ucapanmu ” semoga Allah benar..”
Maha suci Allah atas apa yang engkau ucapkan..
Tidak ada sebaik-baik perkataan kecuali firman Allah azzawajalla
كان وعده مفعولا [adalah janjiNya pasti terlaksana]
alhamdulillah……segala puji bagi allah swt yang telah menjadikan seorang pemimpin seperti beliau,semoga allah mau dan bermurah hati pula memberikan qta seorang pemimpin spt beliau @min y rabbal alamin
Allohu Akbar, Subhanalloh, Saya membuka Blog ini setelah sholat jum’at & secara tidak sengaja menemukan dijalan 1 Eksemplar Lembaran dakwah di dekat sebuah masjid di daerah Cipinang Cempedak.
Berikut sedikit kutipannya :
Apabila beliau ditanya “Wahai Amirul Mukminin, tidakkah engkau mau mewasiatkan sesuatu kepada anak-anakmu?”
Umar Abdul Aziz menjawab: “Apa yang ingin kuwasiatkan? Aku tidak memiliki apa-apa”
“Mengapa engkau tinggalkan anak-anakmu dalam keadaan tidak memiliki?”
“Jika anak-anakku orang soleh, Allah lah yang menguruskan orang-orang soleh. Jika mereka orang-orang yang tidak soleh, aku tidak mau meninggalkan hartaku di tangan orang yang mendurhakai Allah lalu menggunakan hartaku untuk mendurhakai Allah”
Pada waktu lain, Umar bin Abdul-Aziz memanggil semua anaknya dan berkata: “Wahai anak-anakku, sesungguhnya ayahmu telah diberi dua pilihan, pertama : menjadikan kamu semua kaya dan ayah masuk ke dalam neraka, kedua: kamu miskin seperti sekarang dan ayah masuk ke dalam surga (kerana tidak menggunakan uang rakyat). Sesungguhnya wahai anak-anakku, aku telah memilih surga.” (beliau tidak berkata : aku telah memilih kamu susah)
Subhanalloh……….
Assalamu ‘alaikum, saya seorang ayah yang berharap mempunyai anak yang sifatnya seperti Umar bin Abdul Aziz, sehingga anak saya namanya NUR MUHAMMAD UMAR ABDUL AZIZ, sekarang usianya 3 tahun, lahir 10 Agustus 2005 pada hari Rabu Wage di Pontianak Kalimantan Barat.
kita semua berharap akan mendapatkan pemimpin seperti beliau di PEMILU 2009.Mungkinkah??
Cerita diatas hanya sebagian kecil saja dari khalifah Umar bin Abdul Aziz… Andai pemilik blog ini mau berbagi dari seluruh sifat baik (Salahsatunya memberhentikan pelaknatan pada saat khutbah jum’at terhadap salahsatu khalifah) beliau berdasarkan sejarah dengan lebih detail, saya akan sangat senang sekali membacanya..
Afwan
salam kenal
Semoga di tahun 2009 ini, Allah SWT memberikan pertolongan-Nya kepada umat Islam di Indonesia dan dunia agar bisa bangkit untuk menyelesaikan semua problematika umat yang ada…..dan semoga, pada momen PEMILU tahun 2009 kali ini, Allah SWT memenangkan wakil-wakil-Nya di dunia yang terbaik dan paling amanah untuk mengatur negeri Indonesia yang sudah hancur dan carut marut ini…..ALLAHUAKBAR!!!
terilasih atas tulisan nya nih, tar kalau bisa ditambah n perkaya dengan tokoh-tokoh islam lainnya. JAZAKUMULLAH
terimakasih atas tulisan nya nih, tar kalau bisa ditambah n perkaya dengan tokoh-tokoh islam lainnya. JAZAKUMULLAH
indonesia butuh pemimpin model umar bin abdul aziz chuyy, , , ,bukan pemimpin model tikus berdasi. . . . . . .
smoga kisah ini bisamengubah kepemimpinan pemimpin indonesia. . . . .
aku ingin nama anaku semua pake abdul aziz.anak yg pertama (umar abdul aziz) kalo cewe Inza abdul aziz.amin.
makasxih aj ye
Asalamualaikum yah mudah mudahan negeri kita mempunyai pemimpin yg amanah dan sholeh
assalamu alaikum..
emang salut ama pemimpin2 jadul(jaman dulu)
moga aja indonesia bsa memiliki seorang pemimpin like umar bin abdul azis.
amien
Subhanallah……
Seandainya di masa kini para pemimpin di negeri ini memiliki jiwa seperti beliau…….
salam..salam perjuangan….
Subhanalah.. artikel yg bagus ijin copas ya sohib.. n salam kenal